Social Media

Share this page on:

Pemancing Asal Blitar Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Brantas

10-10-2018 - 20:14
Jenazah Feridianto korban tenggelam saat mancing di Sungai Brantas, Kecamatan Kalipare (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Jenazah Feridianto korban tenggelam saat mancing di Sungai Brantas, Kecamatan Kalipare (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemberitaan ini sepertinya bisa menjadi peringatan bagi masyarakat yang memiliki hobi memancing. Sebab, kurang dari dua pekan, Kabupaten Malang digemparkan dengan dua kasus tenggelam yang dialami pemancing.

Sebelumnya, Poniman, warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan, dikabarkan menghilang setelah pergi memancing mengunakan perahu di perairan Watu Lepek Jumat (28/9/2018).

iklan

Terbaru, Feridianto warga Desa Sumberarum Kecamatan Wates Kabupaten Blitar ini, juga ditemukan tidak bernyawa setelah tenggelam saat memancing di perairan Sungai Brantas, Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare, Rabu (10/10/2018).

Kabag Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska menuturkan, dari keterangan saksi, korban saat itu pergi memancing dengan dua rekannya. Yakni Genta dan Sugeng, keduanya merupakan warga Desa Kaliwungu Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.

Mereka semula mancing di pingiran sungai. Namun ketika sore tiba, ketiganya memutuskan untuk naik prahu untuk memancing di tengah perairan. “Setibanya di lokasi kejadian, prahu yang dinaikinya tiba-tiba oleng,” kata Aska kepada MalangTIMES.

Korban yang saat itu panik memilih untuk nekat melompat dari atas prahu. Nahas, keputusannya itu justru menjadi petaka bagi Feridianto.

Remaja 19 tahun ini, seketika tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Sontak kedua temannya berupaya untuk menyelamatkan korban, sembari berteriak minta tolong. “Nelayan sekitar yang mendengar teriakan tersebut berupaya menolong korban,” sambung Aska.

Aska menambahkan, kejadian ini lantas dilaporkan kepada perangkat desa setempat, dan dilanjutkan ke Polsek Kalipare. Polisi dibantu warga sekitar, berupaya menyelamatkan korban.

Sayangnya upaya itu sia-sia, Feridianto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan bersedia untuk membuat surat pernyataan,” tutup Aska.


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top