Social Media

Share this page on:

Dituding Mengelem Gembok, Pieter Sahertian: Pihak Salamet Membuat Kebohongan Publik

11-10-2018 - 10:50
Pieter Sahertian, Rektor Unikama (Doc MalangTIMES)
Pieter Sahertian, Rektor Unikama (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dituding melakukan pengeleman gembok yang mengunci dua ruangan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) dengan altecho, Pihak Pieter Sahertian justru menuding pihak Salamet Riyadi, Wakil PPLP PT PGRI kubu Christea Frisdiantara melakukan kebohongan publik.

Pieter mengatakan, justru gembok yang dialtecho tersebut tampak janggal. Pasalnya bekas lem tersebut nampak seperti masih baru. Bahkan juga terdapat tetesan lem yang terlihat memang masih baru. Sehingga melihat itu saja, pihaknya menyangka, hal ini memang sengaja telah dibuat-buat.

iklan

"Kalau saya niatnya mau ngelem gembok itu, ya sudah dari dulu-dulu. Tapi kan itu bekasnya masih kelihatan baru, petugas keamanan sudah melihat itu," tegas Piter saat dikonfimasi MalangTIMES perihal pengeleman gembok tersebut (11/10/2018).

Dijelaskan lebih lanjut, saat pihak Salamet masuk ke dalam ruangan PPLP PT PGRI, sebenarnya kunci yang dimasukkan ke dalam gembok tersebut bukanlah kunci asli pasangan gembok. Sehingga ketika kunci dimasukan, maka tetap saja tak bisa dibuka.

"Namun ini dibuat seoalah-olah kami yang melakukan pengeleman. Di sana petugas kami sempat akan mencarikan kuncinya lagi. Kalau orang saya yang sengaja melakukan itu untuk memperkeruh suasana, saya rasa tidak ada," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya (10/10/2018), pihak Salamet Riyadi, Wakil PPLP PT PGRI kubu Frisdiantara, mengatakan pihaknya tidak bisa memasuki ruangan PPLP PT PGRI. Pasalnya, gembok yang mengunci dua ruangan tersebut, sengaja diberi lem altecho oleh pihak Pieter, sehingga kunci yang dibawa tidak bisa untuk digunaka membuka gembok.

Pihaknya sudah sempat bertanya, perihal pengeleman gembok yang mengunci ruangannya tersebut kepada beberapa petugas yang melakukan penjagaan saat Salamet masuk ke dalam gedung yayasan. Namun ia tidak mendapat jawaban perihal pertanyaannya itu.

"Sehingga saya tadi kesana hanya bisa masuk ke ruang transit yang memang tidak dikunci. Saya di sana tujuannya mau ngecek, apakah saya dihalangi atau tidak, selain itu saya masuk ke sana supaya masyarakat lihat, bahwa kampus ini tak ada apa-apa. Mau ngecek juga kondisi ruangan saya, tapi malah tidak bisa," ujarnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top