Social Media

Share this page on:

Rawon Nguling Ikut Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

11-10-2018 - 13:10
Malam penganugerahan WBTb di Jakarta.
Malam penganugerahan WBTb di Jakarta.

MALANGTIMES - Sebanyak delapan karya budaya yang berasal dari Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia tahun 2018.

Penetapan ini ditandai dengan diserahkannya sertifikat warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2018 dari menteri pendidikan dan kebudayaan RI yang diwakili Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid kepada Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Dr Ir I Made Sukartha CES yang mewakili gubernur Jatim di Gedung Kesenian Jakarta Jalan Kesenian Nomor 1 Jakarta Pusat, Rabu (10/10) malam.

iklan

Kedelapan karya budaya tersebut adalah Janger Banyuwangi, celurit (are’) Madura, Rawon Nguling Probolinggo dan upacara adat Manten Kucing Tulungagung. Juga, reog Cemandi Sidoarjo, Sandur Bojonegoro-Tuban, Wayang Thengul Bojonegoro, dan Wayang Topeng Jatiduwur Jombang.

Penetapan ini berdasarkan hasil penilaian yang didapat tim ahli dan narasumber setelah melewati berbagai tahap. Mulai dari seleksi administrasi, rapat penilaian oleh tim ahli, kunjungan verifikasi ke daerah-daerah dan pemaparan oleh masing-masing provinsi.

Warisan budaya tak benda ini terdiri dari beragam tradisi lisan dan ekspresi, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya tak benda, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, serta perayaan. Juga, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta kemahiran kerajinan tradisional. 

Sejak tahun 2013 sampai dengan tahun ini total sebanyak 37 karya budaya Jatim telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia. Rinciannya, tahun 2013 (5 WBTb), tahun 2014 (9 WBTb), tahun 2015 (4 WBTb), tahun 2016 (6 WBTb), tahun 2017 (5 WBTb) dan tahun ini sebanyak 8 WBTb.

Sementara itu, dalam laporannya, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly mengatakan, kegiatan penetapan ini dilakukan agar para gubernur dan kepala daerah di kabupaten/kota, para pemangku kepentingan, dan masyarakat dapat melakukan pelestarian.byaitu dengan melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya takbenda sebagai kekuatan budaya dalam pembangunan berkelanjutan.

“Tahun ini kita menetapkan sebanyak 225 warisan budaya tak benda Indonesia, sehingga total dari 2013 hingga 2018 telah ditetapkan sebanyak 819 WBTb,” katanya.

Apresiasi ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dari Kemendikbud kepada pemerintah daerah yang turut mendukung penetapan WBTb sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Ramly, pelestarian budaya perlu diperhatikan tidak hanya oleh pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah. termasuk masyarakat. Hal ini dilakukan agar warisan budaya tidak terancam punah. Apalagi, warisan budaya yang ada di perbatasan rentan terhadap pengakuan oleh negara lain.

“Kurangnya pelestarian warisan budaya tak benda akan berdampak pada hilangnya identitas sebagai bangsa berkebudayaan yang di dalamnya terkandung nilai dan makna yang luhur,” katanya.

Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni seperti pembacaan Syair Siak Sri Indrapura dari Provinsi Riau, Passureq dari Provinsi Sulawesi Selatan, Rangguk Kumun dari Provinsi Jambi, dan Macapatan serta Tarian Bedhaya Angron Sekar dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (*)


Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Surabaya TIMES (Jatim Times Network)


Top