Social Media

Share this page on:

Misterius, Posisi Arca Siwa Mahaguru di Museum Mpu Purwa Ditemukan Bergeser

11-10-2018 - 20:44
Arca Siwa Mahaguru yang secara misterius bergeser (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Arca Siwa Mahaguru yang secara misterius bergeser (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES.- Sebuah arca di Museum Mpu Purwa secara  misterius ditemukan bergeser dari penataan yang seharusnya. Sebelumnya, arca tersebut ditata menghadap ke arah utara. Sekarang, arca sudah bergeser menghadap selatan condong sedikit ke tenggara. Penjaga museum mengaku kaget ketika pertama kali mengetahuinya, yakni pada 7 Oktober lalu. Pasalnya, arca tersebut tertutup rapat dengan kotak kaca.

Untuk diketahui, arca yang bergeser tersebut adalah Arca Siwa Mahaguru. Arca tersebut digambarkan dalam posisi berdiri, berjenggot, dan berperut buncit. Tangan kanan arca tersebut membawa trisula, sedangkan tangan kirinya membawa kendi amerta (kamandalu). Arca yang memiliki tinggi 70,5 cm tersebut terletak di lantai satu Museum Mpu Purwa. 

iklan

Mengenai bergesernya arca tersebut, Kepala Museum Mpu Purwa Kota Malang Dra. Wiwik Wiharti Rodiah, M.Si menyatakan baru tahu tadi (11/10).

"Terakhir menghadap ke utara. Ini tadi tahu-tahu kok menghadapnya sudah ke selatan. Capek kali. Harus bijak menyikapinya, sama dengan kita memperlakukan manusia," ujar Wiwik.

Tahunya Wiwik adalah ketika melihat alas arca yang biasanya ada di bawah arca dan tak terlihat kini terlihat jelas. Wiwik sendiri menyatakan bahwa kemungkinannya kecil kalau ada pencuri yang masuk. Satpam menjaga museum 24 jam. Mereka juga selalu berkeliling. 

"Saya sih ndak terlalu mempermasalahkan. Kalau hilang itu lho yang nangis. Tadi juga sempat kaget dan ingin menangis. Takutnya dicuri. Ini kan nilai sejarahnya tinggi. Alhamdulillah cuma madepnya aja geser. Jadi saya nggak masalah," terangnya. 

Mengenai tindakan ke depan yang akan dilakukan terkait bergesernya arca tersebut, Wiwik menyatakan akan membiarkannya dulu. Takutnya kalau digeser lagi akan merusak arca. 

"Sementara biar saja karena yg nata kan Pak Dwi (Budayawan Dwi Cahyono). Kalau kita geser-geser saya takut rusak. Di sini ini batu andesit semua, asli," tandasnya. 

Sementara itu, penjaga museum menyatakan bahwa di rekaman cctv arah arca tersebut memang sudah berubah pada tanggal 1 Oktober. Rekaman cctv hanya bisa dilihat seminggu sebelumnya saja. 


Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha


Top