Social Media

Share this page on:

Dibiarkan, LGBT Ngehits di Medsos (4)

Pemerintah-Ormas Islam Pasif Hadapi Gay-Lesbi, Indonesia Menuju Legalisasi LGBT?

13-10-2018 - 18:53
Ilustrasi pernikahan sesama jenis (Ist)
Ilustrasi pernikahan sesama jenis (Ist)

MALANGTIMES - Dibiarkannya pergerakan LGBT di Malang dan daerah lainnya di Indonesia, sepertinya memang mengesankan bahwa negara ini akan meberi ruang kepada kaum LGBT. Di Bali kaum LGBT sudah bebas bergerak dan mendapatkan pengakuan. Mereka bahkan sudah kerap menggelar kontes atau festival yang ada kaitannya dengan LGBT.                                     

Di Jakarta seminar-seminar nasional dan kegiatan yang mendukung gerakan LGBT juga kerap dilakukan. Bahkan salah satu organisasi wartawan juga tak canggung lagi memberikan penghargaan kepada kaum LGBT. Dan tak tanggung-tanggung yang didaulat memberikan penghargaan adalah Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Agama di kabinet Jokowi.                     
Di televisi pun, juga semakin tren menggunakan artis-artis berkarakter LGBT. Jika menilik pergerakan dan dukungan yang semakin masif termasuk dari unsur pemerintah, bukan hal yang mustahil dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa segera melegalkan keberadaan LGBT dengan segala produk hukumnya.                                                          

Masifnya dukungan terhadap LGBT ini juga dibarengi dengan pasifnya organisasi Islam besar seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah. Mereka memang mengeluarkan imbauan dan menyesalkan maraknya LGBT, namun mereka tak berani melakukan tindakan lebih masif untuk melakukan penolakan.                  
Masifnya dukungan dan pasifnya ormas Islam inilah yang membuat grup-grup LGBT di media sosial marak berkembang tanpa ada halangan apapun. Jika melihat kondisi riil seperti ini, maka bukan hal mustahil Indonesia akan segera menyusul sebagai negara yang mengesahkan LGBT seperti negara-negara lainnya. Dilansir dari Liputan6.com, inilah negara-negara di dunia yang sudah mengesahkan LGBT, termasuk di dalamnya mengakui perkawinan sejenis.                                                                               
1. Belanda, 2001

Belanda merupakan negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis. Sebenarnya sudah dari tahun 2000 legalisasi disetujui. Namun, penerapan resminya baru disahkan di 2001.

iklan

2. Belgia, 2003
Langkah Belanda segera diikuti oleh Belgia. Pada 1 Juni 2003 UU ini resmi disahkan. Lebih mengejutkannya lagi di 2011, Elio de Rupo terpilih menjadi Perdana Menteri Belgia pertama yang mengakui dirinya sebagai penyuka sesama jenis.

3. Spanyol, 2005
Negeri Matador mengesahkan pernikahan sesama jenis pada 3 Juli 2005. Isu pengesahan ini dibawa pertama kali oleh Mantan Perdana Menteri dan pemimpin Partai Sosialis José Luis Rodríguez Zapatero.

4. Kanada, 2005
Selang 2 pekan dari Spanyol, langkah yang sama diambil Kanada. Tepatnya 20 Juli 2005 Kanada menjadi negara ke-4 yang mengesahkan pernikahan sesama jenis.

5. Afsel, 2006
Afsel merupakan negara di Benua Afrika pertama yang mengesahkan pernikahan sejenis. Pengesahan tersebut ditandatangani oleh Wapres Phumzile-Mlambo Ngcuka pada 30 Juni. Penandatangan oleh wapres ini disebabkan Presiden Afsel saat itu Thabo Mbeki tengah menghadiri KTT Uni Afrika.

6 Norwegia, 2009
Norwegia membuka tahun baru 2009 dengan mengesahkan UU pernikahan sejenis. Sejak 1 Januari 2009 Norwegia jadi negara pertama di wilayah Skandinavia yang mengesahkan UU tersebut.

7. Swedia, 2009
Berselang 5 Bulan, Swedia mengikuti jejak negara tetangganya, Norwegia. Mereka resmi mengizinkan pernikahan sejenis pada 1 Mei 2009.

8. Portugal, 2010
5 Juni 2010 Portugal jadi negara ke-8 yang membolehkan pernikahan sejenis. PM Portugal saat itu pun Jose Socrates menyebut pengesahan ini merupakan hal sangat mendasar bagi konsep persamaan hak dan keadilan.

9. Islandia, 2010
Sejak 27 Juni 2010, Islandia mengikuti jejak 8 negara dunia lain yang memperbolehkan pernikahan sejenis dilakukan secara legal. Tidak hanya itu, setelah UU tersebut legal PM Islandia Jóhanna Sigurðardóttir dan pasangan sejenis Jónína Leósdóttir langsung meresmikan pernikahan mereka. Johanna pun menjadi pemimpin negara dunia pertama yang berasal dari kaum sejenis.

10. Argentina, 2010
Argentina adalah negara Amerika Selatan yang melegalisasi pernikahan sejenis tepatnya pada 22 Juli 2010. Empat tahun pertama setelah dilegalkan, tercatat sudah ada 9.362 pasangan sejenis yang mengesahkan pernikahannya.

11. Denmark, 2012
Setelah di 2011, tidak ada negara di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis, di tahun berikutnya langkah mengejutkan ini diambil Denmark. Tepatnya 15 Juni 2012 pernikahan yang bertetangan dengan ajaran semua agama di dunia itu disahkan di Denmark.

12. Brazil, 2013
14 Mei 2013, Brazil resmi membolehkan pernikahan sejenis. Keputusan ini sangat kontroversial. Sebab, dari jajak pendapat yang digelar lembaga research Pew Research Center 48 persen warga Brasil menolak pengesahan UU itu.

13. Inggris, 2013
Pada Juli 2013 Inggris resmi mengesahkan pernikahan sejenis. Namun, Inggris tidak bisa dihitung sebagai negara yang sepenuhnya menerapkan hukum yang legal atas pernikahan sejenis. Sebab, sampai saat ini salah satu negara bagian dari Kerajaan Inggris, Irlandia Utara menolak menerapkan UU pernikahan sejenis.

14. Prancis, 2013
Prancis sepakat melegalkan pernikahan sesama jenis pada 24 April 2013. Menteri Kehakiman Prancis Christiane Taibira menyatakan, pelegalan undang-undang ini berakhir dengan indah. Menurutnya, aturan ini tidak akan merugikan orang lain.

15. Selandia Baru, 2013
Selandia Baru secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis di tanggal 18 April 2013. Legalisasi ini dilakukan setelah 77 dari 121 anggota parlemen menyetujui amandemen Undang-Undang Pernikahan yang ditetapkan tahun 1955 yang memberikan izin bagi pasangan sejenis untuk menikah.

16. Uruguay, 2013
Pernikahan sejenis jadi hal yang legal pada 5 Agustus 2013. Legalisasi ini sudah banyak diprediksi. Sebab, jajak pendapat sebelum parlemen Uruguay meresmikan pernikahan sejenis menunjukkan 52 persen warga Uruguay setuju pengesahan tersebut.

17. Skotlandia, 2014
Skotklandia mengesahkan pernikahan sejenis pada 5 Februari 2014. Pemerintah Skotlandia menyatakan, pengesahan hukum tersebut merupakan upaya mereka untuk menegakkan persamaan hak manusia.

Namun, langkah Skotlandia itu mendapat tentangan dari sejumlah organisasi gereja di negara mereka. Tetapi, tentangan dari gereja Skotlandia nampaknya tidak akan menyurutkan implementasi hukum ini. Sebab, Menkes Skotlandia Alex Neil mengatakan legalisasi ini adalah merupakan hak dari pasangan sesama jenis untuk menunjukan cinta dan komitmen mereka melalui pernikahan.

18.Luxemburg, 2015

Pernikahan sejenis legal di Luxembrug pada 1 Januari 2015. Bahkan PM mereka saat ini Xavier Bettel mengakui bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis.

19. Finlandia, 2015
Sejak beberapa tahun lalu negara tetangga Finlandia seperti Denmark, Swedia dan Norwegia telah mengesahkan UU pernikahan sesama jenis. Finlandia pun mengikuti jejak negara tetangganya pada 20 Febuari 2015. Namun, implementasi hukum ini baru bisa dilakukan pada akhir tahun ini.

20. Slovenia, 2015
Sejak 2006, Slovenia sudah mengakui pernikahan sejenis. Namun, penerapannya tertunda sampai Maret 2015.

21. Irlandia, 2015
Irlandia menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis melalui referendum. Gereja Katolik Irlandia sebenarnya juga berusaha keras mengampanyekan pilihan menolak terhadap pernikahan sejenis. Namun, ajakan ini hanya mendapat dukungan dari warga lanjut usia dan penduduk pedesaan.

22. Meksiko, 2015
Meksiko tidak bisa dimasukan ke dalam negara yang mengesahkan pernikaha sejenis sepenuhnya. Hal ini karena UU ini hanya berlaku di Mexico City. Sementara wilayah lain seperti Yucatan menolak pengesahan ini.

23. Amerika Serikat, 2015
Amerika Serikat jadi negara ke 21 yang mengesahkan UU pernihakan sejenis di seluruh negara bagiannya. UU Kontroversial ini lahir setelah Mahkamah Agung AS memenangkan gugatan Jim Obergefell. Putusan ini pun disambut baik Presiden Obama. Dia menyebut semua warga AS, harus memiliki kesempatan yang sama di bawah hukum yang berlaku.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top