Social Media

Share this page on:

Dibiarkan, LGBT Ngehits di Medsos (7)

Muhammadiyah Kota Malang Minta Mahasiswa Anggota Komunitas Gay Disanksi Keras

14-10-2018 - 13:42
Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Malang Abdul Haris
Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Malang Abdul Haris

MALANGTIMES - Komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual) yang mudah berselancar di media sosial kembali menyulut perhatian masyarakat.

Keresahan yang timbul itu pun membuat Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Malang geram dan menginginkan berbagai opsi untuk disampaikan kepada pemerintah dan elemen terkait. 

iklan

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris menyampaikan, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah pemberian sanksi kepada para anggota komunitas yang sudah dianggap menyimpang oleh masyarakat. Di samping memberikan pembinaan kepada setiap anggota yang tergabung di dalam komunitas.

"Kalau seandainya di kampus, bisa saja itu diusulkan untuk dikeluarkan. Tapi itu tidak mudah dilakukan," katanya pada MalangTIMES.

Menurutnya, upaya memecat dosen ataupun mengeluarkan mahasiswa yang masuk dalam komunitas LGBT sangat mungkin dilakukan untuk mencegah embrio penyuka sesama jenis berkembang di lingkungan pendidikan.

Namun upaya memberikan sanksi itu memang harus melalui berbagai tahapan.

Khususnya bagi perguruan tinggi negeri, yang secara otomatis memiliki peraturan khusus. Berbeda dengan perguruan tinggi swasta yang memiliki kewenangan dari yayasan untuk membuat kebijakan yang berbeda. 

"Kalau negeri sepertinya susah, berbeda dengan swasta yang memiliki kebijakan sendiri. Kalau memang sanksi itu bisa, maka memang sudah seharusnya," jelas pria kalem itu.

Lebih jauh dia menyampaikan, meski banyak meresahkan namun komunitas tersebut masih belum dapat ditindak oleh pihak yang berwajib. Lantaran selama ini memang belum ada pasal khusus yang membahas tentang pemberian sanksi bagi pelaku LGBT.

"Selama ini mereka bisa ditindak hanya karena ketika ada laporan dari masyarakat yang merasa resah. Pasalnya ya keresahan itu. Karena hukum kita memang belum mengarah ke sana," imbuhnya.

Longgarnya aturan yang mengikat itu menurutnya juga membuka celah bagi komunitas LGBT berselancar. Baik di dunia nyata ataupun dunia maya dan menunjukkan eksistensinya di masyarakat.

Terlebih, saat ini masyarakat lebih acuh tak acuh dengan keberadaan mereka.

Dia juga berpesan agar sekolah dan lingkungan keluarga lebih memperhatikan perkembangan anak-anak. Mengingat saat ini semakin banyak kelompok LGBT yang berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA. Selain itu, penguatan pendidikan agama juga harus dijadikan landasan.

"Jangan hanya dikasih gadget dan uang saku saja anak-anak itu, tapi juga diberi ruang dan diajak berkomunikasi setiap hari," pungkasnya.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher :


Top