Social Media

Share this page on:

Dua Pria Nekat Bobol Warung Kopi untuk Tebus Motor di Pegadaian

17-10-2018 - 19:29
Sudarmaji dan Muhammad Toib pelaku pencurian saat diamankan polisi pada sesi rilis, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)
Sudarmaji dan Muhammad Toib pelaku pencurian saat diamankan polisi pada sesi rilis, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menyelesaikan masalah tanpa masalah. Selogan yang digunakan Pegadaian ini, sepertinya tidak sesuai dengan yang dialami Sudarmaji warga Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan.

Kebingungan karena butuh biaya untuk menebus sepeda motor yang digadaikan membuat pria 38 tahun ini, mengajak temannya Muhammad Toib, warga Telogorejo Kecamatan Pagak untuk mencuri.

iklan

Dijelaskan lebih lanjut, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menuturkan, kedua tersangka beraksi terakhir kalinya pada 6 Oktober lalu.

Salah satu warung kopi yang ada di Desa Sidorejo Kecamatan Pagelaran dijadikan sasaran pencurian.

“Pelaku melancarkan aksinya pada dinihari, dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis” terang Adrian pada sesi rilis Rabu (17/10/2018).

Situasi yang sepi, membuat kedua pelaku leluasa membobol jendela warung kopi milik Soeliyanto.

Saat itu, korban beserta istrinya sedang tidur. Kepada penyidik, warga Desa Sidorejo Kecamatan Pagelaran ini, mengaku jika warung kopinya sudah tutup sejak siang hari.

“Setelah mengambil barang curian beserta uang, tersangka lantas kabur dari pintu depan warung,” sambung Adrian.

Adrian menambahkan, ketika bangun untuk salat subuh, korban mendapati warung kopi miliknya sudah berantakan dan pintu dalam kondisi terbuka.

Mengetahui jika usahanya disatroni maling, korban lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Pagelaran.

Mendapat laporan, petugas langsung melakukan penyidikan. Hasilnya, polisi mendapat keterangan jika pelaku pencurian mengarah kepada kedua tersangka (Sudarmaji dan Toib).

Selasa (16/10/2018), kedua pelaku diciduk ketika berada di rumah Sudarmaji.

Akibat insiden ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 2,5 juta. Selain tersangka, hasil curian berupa uang sekitar Rp 300 ribu, puluhan rokok berbagai jenis dan merk, linggis, serta tas punggung berisi peralatan kerja, disita polisi sebagai barang bukti.

Hingga saat ini, sedikitnya ada dua Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang menjadi sasaran kedua pelaku.

Selain warung, kondisi rumah yang sepi juga dijadikan sasaran tersangka.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan, sebab pelaku yang diduga sebagai spesialis bobol jendela ini sering melancarkan aksinya di berbagai daerah di Kabupaten Malang.

“Keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), ancamannya 7 tahun penjara,” imbuh Adrian.

Kepada MalangTIMES, Sudarmaji menuturkan, aksi nekatnya itu dilakukan lantaran terlilit kebutuhan.

Rencananya, barang hasil curian akan dijual oleh tersangka. Hasilnya dibagi dua dengan Toib, yang merupakan temannya sejak lama.

“Saya terpaksa mencuri, uang hasil penjualan itu akan saya bayarkan untuk menebus kendaraan yang saya gadaikan,” ujar Sudarmaji dengan nada menyesal.


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :


Top