Social Media

Share this page on:

Rawan Kecelakaan, Polres Malang Kerap Mengadakan Razia di 10 Titik pada Dua Wilayah Ini

18-10-2018 - 06:00
Petugas Satlantas Polres Malang saat gelar razia bagi pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, Kabupaten Malang (Foto : Kaurbinops Polres Malang for MalangTIMES)
Petugas Satlantas Polres Malang saat gelar razia bagi pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, Kabupaten Malang (Foto : Kaurbinops Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Maraknya kasus kecelakaan di Kabupaten Malang menjadi alasan Satlantas Polres Malang berinisiatif mengadakan razia.

Dalam kurun waktu 15 hari, petugas yang dikerahkan berhasil menjaring ratusan pengendara yang melanggar lalu lintas.

iklan

Dari data yang diterima MalangTIMES, sejak awal Oktober hingga pertengahan bulan, tepatnya 15 Oktober lalu sedikitnya ada 937 pengendara yang terjaring razia.

Dari jumlah tersebut, 470 pengguna jalan terjaring di wilayah Malang Utara. Sedangkan sisanya, yakni 467 pengendara terjaring razia saat melintas di wilayah Malang Selatan.

Perlu diketahui, untuk zona utara terbagi menjadi beberpa lokasi. Lokasi rawan razia itu meliputi, daerah seputaran Samsat Karangploso, Satpas Singosari, depan pasar Kecamatan Singosari, Kampus 2 ITN, dan beberapa titik lain di Kecamatan Singosari.

Untuk zona selatan juga terbagi menjadi beberapa titik. Lokasi rawan razia itu meliputi, daerah seputaran Samsat Talangagung, Jalur Lingkar Barat (Jalibar) sebelah timur, Simpang tiga Kecamatan Ngajum, Depan Polsek Kepanjen, serta beberapa daerah lain di Malang Selatan.

Razia dilakukan hampir setiap hari mulai Senin hingga Minggu. Sedangkan jam paling sering dilakukan oprasi yaitu sekitar pukul 15.00 sampai menjelang maghrib.

Ratusan personel dari Satuan Lantas, Turjawali, Unit Laka Polres Malang, disiagakan untuk kelancaran razia tersebut.

Sementara itu, Kaurbinops Lantas Polres Malang Iptu Edi Purnama menjelaskan, sebanyak 937 kasus pelanggaran lalu lintas yang terjaring razia, rata-rata didominasi kalangan pelajar.

Tidak memiliki surat-surat berkendara, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi penyebab utama para pengguna jalan ditilang polisi.

“Prosentasenya sekitar 55 persen banding 45 persen, usia pelajar (SMP dan SMA) menjadi pengguna jalan yang paling sering ditilang polisi,” terang Edi kepada MalangTIMES Rabu (17/10/2018).

Tidak hanya penguna sepeda motor (R2) yang jadi fokus utama polisi. Kendaraan roda empat (R4) dan kendaraan angkutan barang (truk dan pick up) juga menjadi sasaran oprasi.

Namun, kendaraan muatan juga paling sering ditindak polisi lantaran memuat orang, dan membawa muatan barang berlebihan.

“Di wilayah Utara biasanya didominasi pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat umum dan pekerja, sedangkan di wilayah selatan usia pelajar marak terjaring razia,” sambung Edi.

Edi menambahkan, jika oprasi dilakukan pada pagi hari (sekitar pukul 07.00 WIB), biasanya usia pelajar mendominasi pelanggaran lalu lintas.

Baru ketika razia di atas pukul 10.00 WIB, masyarakat umum dan pekerja banyak yang terjaring razia.

“Pagi kan waktu siswa berangkat sekolah, sedangkan menjelang siang merupakan waktu pekerja jeda dari rutinitasnya,” imbuhnya.

Merespons maraknya kasus pelanggaran yang dilakukan pada kalangan pelajar Satlantas Polres Malang, sering melakukan penyuluhan dan sosialisasi di lingkungan sekolah.

Ketika penyuluhan, sedikitnya 7 poin larangan saat berkendara yang ditekankan kepada siswa di Kabupaten Malang yakni imbauan agar memperhatikan kecepatan ketika berkendara, larangan boncengan sepeda motor lebih dari dua orang, menerobos jalan, berkendara dibawah pengaruh obat-obatan, mengemudi dalam kondisi mabuk, menggunakan handphone saat menyetir, pengamanan anak di bawah umur saat dibonceng sepeda motor.

“Semua imbauan itu masuk dalam penyebab utama kecelakaan. Kami biasanya mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah (TK, SD, SMP, SMA, sederajat) maksimal tiga kali dalam seminggu,” tutur Edi.

Hasilnya tidak mengecewakan, dari hasil survei yang dilakukan Polres Malang, sosialisasi dan penyuluhan tersebut terbukti ampuh menekan pelanggaran lalu lintas. Dampaknya angka kecelakaan juga mengalami penurunan.

“Orang tua juga memiliki peran utama dalam menekan angka pelanggaran, kebanyakan dari mereka (orang tua) biasanya memperbolehkan anaknya menggunakan kendaraan, padahal dari aspek psikologis dan usia belum memenuhi ketentuan,” tutup Edi.


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :


Top