Social Media

Share this page on:

Beredar Alquran Mini untuk Gantungan Kunci, Ini Imbauan MUI

18-10-2018 - 17:34
Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)
Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

MALANGTIMES - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar menemukan Alquran berukuran mini yang diperjualbelikan sebagai aksesori di salah satu toko di Kabupaten Blitar. Alquran tersebut berukuran 5 X 5 sentimeter diperdagangkan dalam bentuk gantungan kunci.

Terkait viralnya kasus ini, Ketua MUI Kabupaten Blitar KH Zamroji mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan adab memperlakukan Alquran mini tersebut layaknya kitab suci umat muslim. “Besar atau kecil, mini atau tidak, walaupun hanya selembar saja, Alquran harus tetap diperlakukan secara mulia, sesuai dengan perilaku dan adab yang baik sebagaimana diatur dalam perintah agama,” ucap KH Ahmad Zamroji.

iklan

Saat mendapati informasi mengenai adannya aksesori berupa gantungan kunci dengan ayat Alquran, MUI mengeluarkan imbauan kepada pemilik maupun penjual aksesori tersebut agar tidak menggunakan Alquran untuk hal-hal yang mengurangi kemuliaan Alquran. “Karena bisa saja dengan menjadikannya aksesori, diletakkan secara sembarangan. Terinjak maupun hal-hal lain yang tidak sesuai dengan adab memperlakukan kitab suci dengan mulia,” ucap dia.

Sejatinya, pihaknya tidak melarang warga memiliki Alquran mini. Sebab, Alquran dengan umat Islam ibarat ikan dengan air yang tidak bisa dipisahkan. Hanya, jangan sampai Alquran mini tidak dimuliakan. Menurut dia, meski ukurannya kecil, Alquran mini merupakan karunia dan rahmat Allah SWT berisikan firman Allah yang mulia, tinggi, dan agung.

Untuk itu, sambung dia,  wajib umat muslim memuliakan Alquran dengan baik dan beradab serta menghormatinya lebih dari apa pun dengan sikap, perilaku, adab, etika, dan akhlak yang baik. Terkait hal itu, dia mengimbau kepada pemilik, penjual, dan siapa pun untuk memperlakukan Alquran mini dengan baik dan tidak menggunakan Alquran untuk hal-hal yang akan mengurangi kemuliaan Alquran. "Jika tidak memuliakan Alquran mini, akan mengakibatkan dosa dan masuk kategori pelecehan agama,” ucapnya

Dengan beredarnya Alquran mini, MUI meminta masyarakat tetap bijaksana dalam menyikapi masalah ini, agar kondusivitas wilayah Kabupaten Blitar tetap terjaga.

“ Terkait dengan Alquran digital baik di ponsel maupun di komputer, kami juga mengimbau agar diperlakukan sebagaimana mushaf Alquran manakala progamnya sedang aktif atau terbaca di layar,” pungkasnya. (*)


Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES (JatimTIMES Network)


Top