Social Media

Share this page on:

Sekda Kabupaten Malang : Cabe Keriting Donomulyo Jadikan Ikon Perkuat Pariwisata

18-10-2018 - 18:37
Kanan depan : Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang dan Kepala DTPHP Budiar Anwar (baju batik) saat panen raya cabe keriting yang diusulkan menjadi ikon Kabupaten Malang (Nana)
Kanan depan : Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang dan Kepala DTPHP Budiar Anwar (baju batik) saat panen raya cabe keriting yang diusulkan menjadi ikon Kabupaten Malang (Nana)

MALANGTIMES - Cabe keriting Donomulyo, Kabupaten Malang, telah lama menjadi primadona pasar. Tidak hanya mengisi pasar daerah saja, tapi juga telah diakui di tingkat nasional. 

Pengakuan atas komoditi pertanian tersebut, terlihat dari harga jual cabe keriting di pasar nasional. Yakni dihargai antara Rp 25-26 ribu per kilogram (Kg) nya. Harga tersebut didasarkan pada kualitas serta kebersinambungan cabe keriting yang luasnya 120 hektar (ha) di wilayah Donomulyo. 

iklan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang pun terpicut oleh hasil pertanian masyarakat desa di wilayah yang dipimpin oleh Marendra selaku Camat Donomulyo. 

"Dengan potensi cabe rawit di sini, jadikan komoditas ini sebagai ikon kita. Sehingga akan menambah kekayaan sektor pariwisata yang sudah ada," kata Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang,  Kamis (18/10/2018) saat melakukan panen raya cabe keriting di Dusun Sumberblimbing, Desa Purwodadi,  Donomulyo yang terletak tak jauh dari tempat wisata Pantai Kondang Bandung.

Harapan Didik untuk menjadikan komoditas pertanian sebagai ikon dalam memperkuat sektor pariwisata. Sebenarnya sejak tahun lalu telah digagas oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang. 

Tapi, dengan kayanya varian komoditi pertanian di Kabupaten Malang, maka menurut Budiar Anwar Kepala DTPHP Kabupaten Malang, tentunya membutuhkan tahap demi tahap dalam mengangkatnya. 

"Kita kaya produk pertanian unggulan. Untuk cabe keriting ini saya sependapat dengan bapak Sekda untuk dijadikan ikon Kabupaten Malang. Apalagi wilayahnya berdekatan dengan wisata pantai dan lainnya, " ujar Budiar. 

Cabe keriting Donomulyo, pada awalnya bukan komoditi pertanian yang diminati petani. Dulu,  warga sekitar lebih menyukai bertanam kelapa sawit dan tembakau. Tapi dengan berbagai gejolak harga yang ada,  akhirnya petani Donomulyo memulai menanam cabe keriting. 

Hasilnya, satu ha lahan bisa menghasilkan 15 ton setiap kali panen. Harganya pun relatif tinggi dan stabil di pasaran. Melihat hasil tersebut,  para petani pun semakin giat menanam cabe keriting yang lambat laun dikenal juga di pasar-pasar kota besar. 

Didik menyampaikan, bahwa dengan hasil tersebut, pemkab Malang akan terus berada di tengah masyarakat. Untuk semakin menguatkan potensi pertanian serta menyelaraskan dengan sektor pariwisata yang juga semakin moncer di mata nasional. 

"Ujungnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat seperti visi misi Kabupaten Malang. Kita akan terus berada di tengah masyarakat. Jadi setiap potensi yang ada jadikan ikon dalam upaya tersebut," ujar Didik. 

Menautkan potensi pertanian ke sektor pariwisata,  bukan hal baru di Kabupaten Malang. Dengan bertolak dari pengalaman-pengalaman baik yang telah berjalan, maka di wilayah Donomulyo pun bisa dilakukan. "Saat semua potensi saling melengkapi,  maka akan lahir kekuatan besar di Kabupaten Malang," pungkas Didik. 


Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher :


Top