Social Media

Share this page on:

Di Malang, Kepala LIPI Beber Kunci Kesuksesan Para Peneliti Era Milenial

18-10-2018 - 20:46
Ketua LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc saat berbicara dalam acara Dies Natalis UM di Graha Cakrawala (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Ketua LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc saat berbicara dalam acara Dies Natalis UM di Graha Cakrawala (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Peneliti identik dengan orang yang nerd (cupu) dan susah gaul. Padahal, sebagai seorang peneliti, khususnya di era milenial  harusnya lebih banyak gaul agar punya ide-ide.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Malang (UM) di Graha Cakrawala tadi (18/10).

iklan

“Peneliti pasti nerd dan susah gaul itu sudah enggak zaman. Kalau peneliti susah gaul enggak akan punya ide. Artinya dia tidak akan bisa survive,” ujarnya.

Menurut Laksana, kini dunia sedang masuk di era perang ide. Apabila kita menutup diri maka tidak akan muncul ide baru.

Nah, ide baru ini muncul apabila kita sering berinteraksi dengan orang lain. Sebab, saat ini yang penting bukanlah modal, melainkan otak.

“Pemikiran memunculkan ide dan kreativitas itu yang mahal. Itulah tantangan bagi kita khususnya generasi muda. Jadi jangan jadi follower di era 4.0 itu. Harus jadi pionir. Bukan modal yang penting, tapi ide dan kreativitas, pemodal akan datang belakangan kalau kita punya ide,” paparnya.

Lebih lanjut Laksana menyatakan bahwa kunci untuk bertahan adalah menguasai teknologi. Peneliti harus membuat inovasi teknologi karena bisnis konvensional sudah terdestruksi. Laksana menegaskan, kuncinya adalah fokus pada teknologi.

“Itu yang harus dipahami kita semua sebagai komunitas akademisi, komunitas riset di Indonesia. Jadi yang harus kita masuki adalah proses di mana kita memiliki inovasi yang berbeda memakai teknologi-teknologi yang sudah ada itu,” tegasnya.


Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher :


Top