Social Media

Share this page on:

Durian Malang Jalan-Jalan ke Kalimantan, Nggak Kalah Bersaing Lho

19-10-2018 - 11:03
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (mengenakan topi #Bekerja) saat mencicipi durian hasil pertanian Kota Malang di Kalimantan Selatan. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (mengenakan topi #Bekerja) saat mencicipi durian hasil pertanian Kota Malang di Kalimantan Selatan. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Durian menjadi salah satu produk unggulan pertanian di Kota Malang yang dipamerkan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia di Kalimantan Selatan. Meski secara kuantitas produksi masih kalah jauh, kualitas durian Malang tidak kalah bersaing. Meskipun selama ini, Kalimantan dianggap sebagai salah satu pusat pertanian penghasil durian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak minder memamerkan buah yang mendapat gelar sebagai Raja Buah itu di 'kandang' durian. Bahkan, buah dengan ciri khas kulit berduri itu sempat dinikmati oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Dipusatkan di Kabupaten Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Pemkot Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kota Malang turut memeriahkan peringatan Hari Pangan Se Dunia ke-38 Tingkat Nasional. Digelar sejak Kamis (18/10/2018) hingga Minggu (21/10/2018) kegiatan tersebut mengangkat tema Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ikut hadir Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji dan Kepala (Disperta) Kota Malang Sri Winarni. Selain buah durian, berbagai produk olahan hasil pertanian dan buah segar juga dipamerkan di stan Kota Malang.

Sutiaji mengungkapkan, sempitnya lahan aktif di Kota Malang bukan menjadi hambatan pengembangan sektor pertanian. "Kota Malang memang bukan daerah pertanian, karena lahan yang kita miliki hanya sekitar 1.104 hektare. Namun aspek ketahanan pangan menjadi salah satu fokus perhatian Kota Malang," ujarnya. 

Data dari Disperta kota Malang, untuk satu kali musim tanam di Kota Malang, produksi padi dihasilkan 6-7 ton per hektare. Ada pun koefisien tanam di Kota Malang ada pada kisaran 2,3 per tahun. Selain itu, produk selain padi akan terus dikuatkan dengan metode urban farming atau pertanian perkotaan. 

Bahkan, selain melalui Disperta Kota Malang, pemkot juga akan menggalakkan urban farming dan pengolahan hasil produk pertanian melalui Tim Penggerak PKK kota Malang. "Produk-produk olahan pertanian Kota Malang telah masuk dalam IKM dan UMKM. Seperti dawet lele, crispy kemangi, kripik bayem, permen kayu putih, manisan kering kencur, dan yang lainnya," ujar Sri Winarni. 

Sementara itu, Widayati Sutiaji mengungkapkan pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi untuk mengoptimalkan pengolahan maupun peningkatan sektor pertanian di Kota Malang. "Kota Malang ada lebih 60 perguruan tinggi. Itu harus dimanfaatkan secara optimal, khususnya di bidang riset," ujarnya. 

"Tujuannya, egar makin banyak lagi produk olahan makanan dari hasil pertanian yang dimininati sekaligus kompetitif di pasaran," tambahnya. Keinginan dan ketertarikan Ketua TP PKK Kota Malang yang juga istri Wali Kota Malang tersebut, makin kuat saat melihat banyaknya pengunjung yang tertarik sekaligus berbelanja produk olahan hasil pertanian Kota Malang yang digeber pada ajang pameran produk pertanian se Indonesia.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top