Social Media

Share this page on:

Hanya 3 Jam Aneka Makanan Batu Street Food Festival Ludes Terjual

20-10-2018 - 18:48
Salah satu stand pewayangan di Batu Street Food Festival (BSFF) 2018 di Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu stand pewayangan di Batu Street Food Festival (BSFF) 2018 di Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tampilan even Batu Street Food Festival (BSFF) cukup memuaskan. Pengunjung bisa menikmati makanan harga kaki lima dengan cita rasa bintang lima dengan beragam display. Ada display dan stan ala adat Negara Kincir Angin, Negara sakura hingga adat tradisional jawa di even Batu Street Food Festival (BSFF) 2018, Sabtu (20/10/2018).

Even tahunan yang digelar Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Batu diikuti 33 hotel di Malang Raya, 3 restoran, dan 3 SMK di Malang Raya. Mereka semua dengan totalitas menghias stan.

Kebanyakan dari mereka itu menghiasnya dengan masakan yang mereka juga yakni masakan tradisional khas Indonesia. Sehingga mempercantik stan ala rumah adat Jawa lengkap dengan aksesoris wayang, gunungan, batik, tampah, kendi, hingga sayur mayur jadi hiasanya.

Ada juga yang mengangkat tentang adat Betawi, sehingga ondel-ondel pun tak luput berada di depan stan mereka. Lalu ada juga stan yang dihias layaknya warung yang berada di negara sakura.

Hiasannya pun seperti pohon sakura, dan bertuliskan kanji. Lainnya ada juga yang menghias layaknya gubuk dengan jerami, hingga vespa dan sepeda ontel majang di depan stan-stan tersebut.

Hiasan ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya, karena kali ini lebih memiliki konsep hiasan pada setiap stan dengan mengangkat visi Kota Batu ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’. “Stan-stan ini juga akan kami nilai. Sehingga mereka saling berlomba menampilkan yang terbaik,” ungkap Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono.

Ia menjelaskan bahwa seluruh stan yang mengikuti itu memiliki konsep stan yang berbeda-beda tentunya yang menurut mereka menarik. Sebab dalam even ini tidak hanya asal menyuguhkan makan tetapi salah satu komponen yang dinilai adalah penampilan, pelayanan, dan transaksi. "Tidak hanya itu saja tetapi juga dari omsetnya juga. Ini menjadi salah satu kriterianya,” imbuhnya. 

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan hotel-hotel yang tampil tidak sembarangan. Seluruh peserta menampilkan dengan totalitas dan terbaik. 

“Dekorasi sangat luar biasa. Selain itu juga masyarakat kota batu bisa menikmati masakan hotel harga kaki lima menikmati dengan suasana pedesaan yang nyaman dan ini menarik,” kata Dewanti.

Ribuan pengunjung yang datang pun juga terkesan dengan suguhan yang totalitas. Tidak hanya harga yang murah, masakan yang disuguhkan itu terasa nikmat ditambah suguhan dekorasi yang mewah dan terkonsep.

“Bagus sekali menurut saya, dan mereka semangat sekali menyuguhkan yang terbaik untuk menarik pembeli. Saya acungi jempol, konsepnya dapet,” ujar Eka Putri warga Kelurahan Sisir ini.

Sedang sejak dibukanya even ini pukul 15.00 makanan hotel itu rata-rata ludes terjual selama 3 jam. Dengan demikian hotel-hotel, restoran itu harus gerilya menyuguhkan kembali permintaan para pengunjung. 

Sementara itu even ini digelar untuk melestarikan masakan tradisional di Indonesia. Dengan buatan masakan yang berkualitas sebab yang memasak adalah chef profesional di berbagai hotel.

Juga sebagai upaya menari perhatian wisatawan untuk datang ke Kota Batu. Sekaligus mengenalkan bahwa setia tahunnya Kota Batu memiliki agenda bagi pencinta kuliner.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top