Social Media

Share this page on:

Silang Pendapat Pengganti Sandiaga Uno, Ketua PKS : Ini Bukan Drama Bos...

03-11-2018 - 13:27
Tifatul Sembiring Ketua DPP PKS (Ist)
Tifatul Sembiring Ketua DPP PKS (Ist)

MALANGTIMES - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring melemparkan komentarnya di akun Twitter atas berita yang ditulis oleh detik News, kemarin (02/11/2018). 

Komentar Tifatul tersebut berusaha meng-counter berita berjudul "Kapan Drama Wagub DKI Berakhir? " yang ditulis pewarta Gibran Maulana Ibrahim. 

iklan

Tifatul menuliskan,  bahwa persoalan terjadinya silang pendapat antara PKS dan Gerindra atas pengganti Sandiaga Uno Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, yang belum ada kata sepakat bukanlah drama seperti ditulis detik News. 

"Ini bukan drama boss... Ini masalah komitmen. Situ orang bisa dipercaya atau tidak...! " kata Tifatul, Sabtu (03/11/2018) dalam akun resminya. 

Pernyataan Tifatul tersebut didasarkan pada pernyataan Prabowo yang berjanji kepada PKS untuk memberikan kursi DKI-2 setelah Sandiaga maju mendampingi Ketua Gerinda dalam ajang perebutan kursi presiden 2019.

Sayangnya di perjalanan,  janji Prabowo di tafsirkan berbeda oleh PKS. Prabowo  menyerahkan urusan Wagub DKI kepada Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik. Sehingga terjadilah silang pendapat antara dua partai politik (parpol) yang hampir 4 tahun lebih bergandengan tangan dalam berbagai kontestasi politik tanah air. 

PKS tetap menagih janji Prabowo untuk kursi DKI-2 yang secara jelas menjadi hak PKS. "Sikap Pak Prabowo sudah jelas terkait Wagub DKI bahwa itu menjadi hak PKS," ujar salah satu elite PKS Suhud Alynudin, seperti dilansir detikNews. 

 

Pernyataan Tifatul yang dilansir di akun Twitter resminya lahir karena seluruh kader PKS merasa janji atau komitmen Prabowo tidak "ditepati". 

"Ini masalah komitmen... Situ orang bisa dipercaya atau tidak, " tegas Tifatul. 

Polemik antara Gerindra dan PKS mengenai kursi DKI-2 ini memicu ketegangan baru di tingkatan kader partai. Terutama mengenai koalisi kedua parpol pengusung Prabowo-Sandiaga di pilpres 2019.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. Dirinya menyampaikan kekecewaan kader di tingkat bawah atas ketidakpastian tentang komitmen Prabowo untuk menyerahkan kursi Wagub DKI ke PKS. 

"...  Mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader," ungkap Suhaimi seperti dilansir detikNews.com. 

Bola di kaki Prabowo, kini. Apabila bola ini ditendang tanpa mengindahkan janji yang telah disampaikan kepada para pengurus PKS. Maka, perebutan kursi presiden 2019 akan menjadi menarik untuk disimak. 

Walaupun secara lisan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan komitmen partai untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di tengah polemik kursi Wagub DKI Jakarta. 

"Bola di Pak Prabowo. Tapi sikap dasar PKS tetap, mendukung 2019 ganti presiden. Kalau beliau serius pengin menang, ya apa sih sulitnya merealisasikan apa yang sudah jadi komitmen," ujarnya.


Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher :


Top