Social Media

Share this page on:

Tepis Penghargaan Nasional Sekedar Seremoni, Contra War Buktikan Jadi Inovasi Terpuji Hasil Kerja Keras

07-11-2018 - 19:57
Wabup Malang HM Sanusi saat menerima piala Contra War sebagai Top 40 Pelayanan Publik kategori Terpuji,  Rabu (07/11/2018) di Jakarta (Humas for MalangTIMES)
Wabup Malang HM Sanusi saat menerima piala Contra War sebagai Top 40 Pelayanan Publik kategori Terpuji, Rabu (07/11/2018) di Jakarta (Humas for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah lama menjadi andalan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, inovasi Contraceptive For Women At Risk (Contra War) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) resmi ditetapkan menjadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. 

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 636/2018. Contra War masuk dalam kategori inovasi yang outstanding (terpuji) hasil seleksi dari Top 99 beberapa bulan lalu. 

iklan

Penyerahan penghargaan  dari Presiden Republik Indonesia,  Joko Widodo tersebut diserahkan langsung Wakil Presiden HM Jusuf Kalla kepada Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi, dalam acara Pembukaan International Public Service Forum di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu (07/11/2018). 

Penghargaan tersebut, secara langsung menepis anggapan mengenai pemberian penghargaan dari pemerintah pusat hanya sebagai acara seremoni saja. Asumsi tersebut kerap mencuat setiap kali penghargaan tingkat pemerintah digelar. 

Contra War memiliki jejak panjang di Kabupaten Malang sebelum dilahirkan oleh dr Hadi Puspito inovator program. Dimulai saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dirundung persoalan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di beberapa wilayah. Kondisi tersebut yang membuat DP2KB Kabupaten Malang melalui Hadi Puspita (eks Kepala DP2KB, kini telah pensiun) menciptakan Contra War. 

Hasilnya dalam kurun waktu sekitar 3 tahun, Contra War berhasil menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Malang sampai sekitar 50 persen lebih. Dengan manfaat yang sangat tinggi tersebut,  Contra War akhirnya setelah masuk seleksi di tingkat nasional diganjar penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 di Grand Ballroom Hotel Shangri La Kota Surabaya, di bulan September  lalu. 

Wabup Malang HM Sanusi yang menerima secara langsung penghargaan tersebut menyampaikan, bahwa proses perjalanan panjang Contra War sampai menjadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik kategori Terrpuji,  dilalui melalui kerja keras dan kerja sama di lini organisasi. 

"Tentunya tidak langsung jadi dan diapresiasi. Inovasi Contra War berjalan beriringan sekian tahun dengan para petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan di seluruh wilayah," kata Abah Sanusi sapaan Wabup Malang, Rabu (07/11/2018). 
Abah Sanusi melanjutkan, Contra War bersanding dengan Sutra Emas Dinas Kesehatan saling bersatu dan bekerja sama. Sehingga menciptakan satu keunggulan dalam menekan AKI dan AKB di Kabupaten Malang. 

"Saling dukung selama bertahun-tahun ini yang membuat inovasi ini diberi penghargaan dan masuk dalam Top 40 pelayanan publik. Jadi prosesnya juga lama sampai di tahap ini," ujarnya yang juga menambahkan untuk inovasi Sutra Emas juga sudah diimplementasi Kementerian Kesehatan. 

"Sehingga kalau daerah lain ingin menerapkan bisa dikolaborasikan juga dengan Contra War,” imbuh Abah Sanusi. 

Pernyataan Wabup Malang tersebut, terlihat dari tahap seleksi Contra War yang secara inovasi telah berhasil di tingkat daerah dan banyak yang melakukan replikasi. Tapi,  untuk masuk dalam Top 40 pelayanan publik tetap wajib mengikuti  berbagai tahapan serta seleksi yang dilakukan tim evaluasi dan tim panel independen yang merupakan para akademisi, praktisi, dan pakar pelayanan publik yang kompeten dan memiliki reputasi baik. 

Proses tahapan seleksi tersebut pun tidak hanya sekedar dilakukan hanya dalam hitungan hari di satu lokasi saja. Atau hanya dari dokumen saja. Tapi tim panel independen juga turun ke wilayah yang akan dinilainya. 
Berbagai tahapan inilah yang akhirnya mengantarkan Contra War sebagai inovasi terpuji tingkat nasional. Bahkan,  menurut Kemen PAN RB  penerapan Contra War mampu menghindarkan kematian sia-sia kepada ibu melahirkan.

Tercatat, lebih dari 70 persen kematian ibu akibat ketidaktahuan terhadap penyakit yang dideritanya sebelum hamil. Penyakit tersebut terbawa sampai melahirkan sehingga menimbulkan resiko kematian. Baik kepada ibu yang melahirkan maupun pada bayi yang dilahirkannya.  Dengan Contra War ini mampu memastikan kondisi ibu hamil stabil hingga selamat saat melahirkan. Bahkan, ketika SDG’s tingkat nasional angka kematian per 100 ribu, Kabupaten Malang sudah dibawah 50. 

 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top