Social Media

Share this page on:

Marak Terjadi Pungli, Polda Kumpulkan Ratusan Pejabat dan Aparat, Untuk Apa Ya?

08-11-2018 - 13:40
Suasana saat sosialisi pencegahan pungli (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana saat sosialisi pencegahan pungli (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Malang, membuat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengumpulkan ratusan aparat dan pejabat seperti camat, kepala desa atau lurah, Unit Pemberatasan Pungli (UPP)  dan Pejabat lain dari delapan kabupaten dan kota di Hotel Savana (8/11/2018).

Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jatim Kombespol Soetardjo, mengungkapkan, bahwa hal ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan setelah wilayah Jember, untuk dilakukan sosialisasi kepada aparat agar menghindari hal-hal seperti pungutan liar (pungli) dan membuat daerah bersih dari pungli.

iklan

"Kita tidak ingin ada lagi OTT terhadap mereka, karena mereka sudah paham apa yang harus dilakukan sebagai seorang pejabat tak boleh menerima atau menarik pungutan di luar yang sudah ditentukan,"  jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masayarakat, untuk menyampaikan informasi atau melaporkan bilamana memang terdapat tindakan pungli yang diketahui kepada tim saber pungli.

"Jika memang menjumpai aparat atau pejabat publik yang melakukan pungutan yang tak seharusnya lapor kepada kita. Begitu juga aparat, jangan melakukan pungli. Kita itu ingin dana yang dialokasikan benar-benar sampai ke masyarakat, sehingga semua sesuai peruntukannya," jelasnya.

Meskipun seringkali terdapat kampanye memberantas pungli, namun memang masih ada saja oknum yang tetap melakukan pungli. Hal tersebut dijelaskan Irwasda, karena memang oknum itu masih belum mengerti dan paham tentang pengabdian terhadap masyarakat.

"Selain itu, masyarakatnya juga kadang mancing, ingin cari gampang tak mau repot dan sesuai prosedur menggunakan pola-pola untuk memudahkan diri sendiri dengan pungli, itu kendalanya. Semuanya harus sama-sama menyadari dan menjauh dari perbuatan pungli," bebernya

Lanjutnya, ia juga menyampaikan, selama tim Saber Pungli terbentuk, sudah 30 lebih kasus yang sudah ditangani dan diproses sampai ke Pengadilan, sedangkan beberapa lainnya sudah diserahkan ke internal masing-masing satuan kerja.

"Bentuk penyimpangan yang dilakukan kebanyakan adalah penyimpangan anggaran, dimana dana yang seharusnya untuk pembangunan digunakan untuk kepentingan pribadi, atau dipotong untuk keperluan lain.

Kami akan terus melakukan sosialisasi terhadap para pejabat dan aparat di Jawa Timur secara bergantian, ini merupakan bagian dari program kerja kami," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top