Social Media

Share this page on:

Hari Solidaritas Palestina Dirayakan, #PrabowoAntekZionis Turut Meramaikannya

29-11-2018 - 16:32
Meme di Instagram terkait pernyataan Prabowo mengenai pemindahan kedubes Australia ke Yerusalem (Ist)
Meme di Instagram terkait pernyataan Prabowo mengenai pemindahan kedubes Australia ke Yerusalem (Ist)

MALANGTIMES - Hari Solidaritas Palestina yang jatuh tanggal 29 November,  disambut marak oleh masyarakat Indonesia. Hari Solidaritas Palestina ini pun menjadi trending topik di Twitter dengan cuitan mencapi 40 ribu lebih. 

Berbagai dukungan dan doa mengalir dari warganet Indonesia bagi Palestina yang masih terus berjuang di mata dunia.
Di sela puluhan ribu cuitan warganet, persoalan Palestina tersebut sudah memanas beberapa hari lalu. Dengan adanya tagar provokatif di dunia maya yang sempat menjadi trending. Tagar tersebut marak di medsos setelah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan pendapatnya soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem yang ia sebut “tidak ada masalah”.

iklan

“Saya tidak melihat (pemindahan kedutaan Australia) menjadi masalah untuk Indonesia.” kata Prabowo saat berbicara dalam Indonesia Economic Forum di Jakarta, pada Rabu (21/11) lalu seperti dilansir bbc.com. 

Pernyataan tersebut membuat warganet gerah. Sehingga lahirlah #PrabowoAntekZionis yang merupakan respon warganet yang menilai pernyataan Prabowo menyakiti perjuangan rakyat Palestina. Serta membawa-bawa nama Indonesia yang diketahui sangat getol menyuarakan kemerdekaan untuk Palestina di forum-forum dunia. 

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli bahkan secara tegas menyampaikan pernyataan Prabowo sangat parah. Guntur menuliskan dua alasan dirinya mencap Prabowo parah dalam menyatakan pendapatnya. 

Pertama, Prabowo tidak punya hak untuk berbicara atas nama Indonesia, karena dia bukan bagian dari Pemerintah Indonesia. Apalagi Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengecam Australia yang mempertimbangkan memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

 

"Kedua, Prabowo seperti b*** dan b**** akan fakta dan kebenaran rakyat Indonesia selalu berada di pihak perjuangan rakyat Palestina. Pemindahan kedubes-kedubes ke Yerusalem sama artinya mengakui klaim sepihak Israel atas Yerusalem sebagai ibu kotanya," lanjut Guntur. 
Yerusalem dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Quds as-Syarif (Kota Kudus yang Mulia). Disebut sebagai kiblat (shalat) pertama dan kota suci ketiga setelah Makkah dan Madinah (ula qiblatain wa tsalitsu haramain). 

Pernyataan Prabowo tentang hal tersebut yang membuat warganet dari berbagai unsur menyayangkannya. Seperti diketahui, sejak tahun 1947, Majelis Umum PBB sudah menetapkan Yerusalem di bawah kewenangan internasional. Sikap PBB ini dipatenkan dalam Resolusi Majelis Umum PBB No 181 tahun 1947.
Akun Agnafree menuliskan,  "Mencederai semangat perjuangan umat Islam di Indonesia bagi yg tau loh ya... Kalau ga saudara ama teman2 sih ga sy kasih tau.. ". 
Komentar tersebut di balas oleh akun rianti_agnes :"mungkin saya rasa prabowo ga tau kali mas... Ah palingan jg minta maaf nih, " tulisnya. 
Berbagai akun dengan #PrabowoAntekZionis pun mengupload berbagai foto,  meme sampai komentar-komentar yang menyayangkan pernyataan tersebut. 
Akun boyfery86 mengupload atau memposting foto para ulama yang mengecam pernyataan Prabowo terkait Kedubes Australia. Boyfery memposting foto Prabowo dengan pernyataannya yang menyulut kemarahan warganet. Serta pernyataan Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jabar Asep Syariffudin yang menyampaikan, "Kami heran dengan sikap Pak Prabowo yang seolah-olah tidak mengerti sejarah, tidak paham konstitusi dan bertentangan dengan sikap mayoritas warga Indonesia,". 

Dalam berbagai catatan klaim Israil atas Yerusalem baik melalui kebijakan diplomatik maupun senjata, terus dilakukannya terhadap Palestina. 
Guntur Romli menyampaikan, pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan sebuah undang-undang yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tapi Dewan Keamanan PBB menentang klaim Israel itu dengan mengeluarkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang menegaskan klaim Israel itu sebagai 

“suatu pelanggaran hukum internasional” yang “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”.
DK PBB juga meminta negara-negara anggota PBB agar menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Merespon Resolusi 478  tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv.

Klaim sepihak Israel atas Yerusalem sebagai ibu kota menguat kembali setelah Netanyahu terpilih sebagai perdana menteri. Kemudian didukung oleh Trump, Presiden AS yang dikunjungi Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra waktu kampanye Pilpresnya.

Padahal 128 anggota Majelis Umum PBB menolak keputusan Trump untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Kamis (21/12/2017), namun Trump tetap keras kepala.

Saat pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem baik PKS dan FPI menolak. Kelompok ini pun dengan mudah menuduh siapa pun yang berbeda dengan mereka soal isu Palestina sebagai “antek Israel”.
Kini setelah Prabowo mengatakan pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem “bukan masalah” sementara PKS dan FPI dari koalisi dengan Prabowo, pertanyaannya adalah: apalah PKS dan FPI akan berani menyebut Prabowo sebagai “antek zinonis”?. Begitulah tulisan Guntur atas pernyataan Prabowo. 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top