Social Media

Share this page on:

Setelah Lima Hari, Belasan Pelaku Pembunuhan Juari Akhirnya Terungkap

01-12-2018 - 22:47
Ilustrasi lokasi pembunuhan pasca aksi pengeroyokan terjadi, Kecamatan Turen (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi lokasi pembunuhan pasca aksi pengeroyokan terjadi, Kecamatan Turen (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat kesulitan mengungkap kasus pengeroyokan yang berujung kematian Juari, warga Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen, Minggu (25/11/2018). 

Puluhan tim gabungan kepolisian Polres Malang, akhirnya menemukan titik terang. 

iklan

Belasan orang yang diduga terlibat, kini sudah diringkus polisi, Sabtu (1/12/2018) dini hari.

“Sementara ini sedikitnya ada sekitar 18 orang yang dimintai keterangan, ini masi terus dikembangkan,” ujar salah satu anggota polisi Polres Malang yang mewanti-wanti agar namanya tidak dicantumkan tersebut.

Dia menambahkan, 18 orang yang diamankan itu, merupakan warga yang tinggal di sekitar kediaman korban, yakni di Kecamatan Turen.

“Kami juga menyita beberapa senjata tajam sebagai barang bukti yang digunakan untuk mengeksekusi Juari,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun MalangTIMES dari berbagai sumber, terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan petugas akan keterlibatan kepala desa (Kades) setempat. Orang yang dimaksud adalah Helmiawan Khodidi.

Setelah menggali lebih lanjut, petugas akhirnya mendapatkan keterangan keterlibatan belasan orang tersebut. 

Tanpa menunggu lama, anggota langsung dikerahkan ke lokasi yang dimaksud tersebut.

Belakangan diketahui, Sabtu (1/12/2018) dini hari tadi, hanya ada 17 orang yang digelandang ke Polres Malang. 

Sedangkan seorang sisanya, memilih untuk menyerahkan diri kepada polisi. 

Diduga kuat, motif dari pengeroyokan yang berujung pembunuhan ini dilatar belakangi karena kasus dendam. 

Alasannya, karena tidak bisa dibina, akhirnya dibinasakan.

Berawal dari informasi tersebut, wartawan lantas mencoba untuk mengkonfirmasi beberapa sumber resmi. 

“Ini masih proses pemeriksaan,” kata Wakapolres Malang Kompol Yhogi Setiawan.

Ketika ditanyakan terkait jumlah dugaan pelaku sebanyak 18 orang pihaknya nampak tidak terlalu menampik hal itu. 

Namun demikian, Yhogi enggan memberikan kepastian. Alasannya, beberapa penyidik masih menggali keterangan dari belasan orang tersebut.

Lantas apakah Kades Tumpukrenteng Helmiawan Khodidi, terlibat sebagai dalang pembunuhan Juari. 

Anggota polri dengan satu melati dibahu ini, memilih untuk tidak berkomentar banyak. 

“Ini masih dilakukan penyelidikan, nanti jika keterlibatan masing-masing pelaku sudah terungkap akan kami kabari. Selain itu jumlah pelaku juga bisa bertambah atau bahkan kurang dari 18, sebab sebagian masih berstatus saksi. Jika ada keterlibatan pelaku lain, pastinya akan langsung kita amankan,” tegas Yhogi.

Meski belasan orang yang diduga terlibat pembunuhan sudah diamankan, nyatanya situasi di Polres Malang masih namak landai-landai saja.

Dari pendalaman MalangTIMES, semula kasus ini bakal dirilis hari ini (Sabtu). 

Namun karena dalih masih pemeriksaan, beberapa petinggi Polres Malang, memilih enggan untuk menyampaikan kepada media.

Tersiar kabar, agenda rilis perkara pembunuhan pria 41 tahun itu, bakal dilaksanakan esok hari (Minggu). 

“Nanti saya release,” terang Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, kepada MalangTIMES.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juari tewas mengenaskan di kediamannya pada Minggu (25/11/2018) lalu. 

Korban meninggal dunia setelah dikeroyok oleh puluhan orang. 

Sesaat sebelum kejadian, korban pulang kerumah beserta istrinya yang bernama Jamiarul Masamah.

Keduanya singgah kerumah yang selama ini ditempati oleh adik kandungnya itu, dengan mengendarai sepeda motor. 

Belakangan diketahui, korban pulang kerumah dalam kondisi mabuk, setelah melihat pertunjukan kuda lumping di Kecamatan Wajak.

Korban sempat hendak meregang nyawa karena overdosis minuman keras (miras). 

Beruntung, nyawa Juari masih bisa terselamatkan, setelah mendapatkan pertolongan pertama. 

Namun nahas, korban justru meregang nyawa saat tidur di ruang tengah rumahnya, sesaat setelah tiba di lokasi kejadian. 

Juari dikeroyok oleh sekelompok pria tidak dikenal. Di sekujur tubuhnya ditemukan bekas luka bacokan dan pukulan benda tumpul.

Kepalanya juga nyaris hancur karena sempat di hantam cor-coran, gagang cangkul, dan pukulan membabi buta.

Tragisnya lagi, setelah aksi tidak manusiawi itu terjadi, pria yang semasa hidupnya langganan masuk penjara, dan baru saja bebas menjalani hukuman lantaran kasus curanmor selama 3,5 tahun di Lapas Lowokwaru itu sempat diseret sejauh 100 meter. 


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :


Top