Social Media

Share this page on:

Melalui Posbindu PTM, Dinkes Kota Malang Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Tidak Menular

03-12-2018 - 11:37
Salah satu kegiatan Posbindu PTM yang antusias diikuti warga (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Salah satu kegiatan Posbindu PTM yang antusias diikuti warga (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tahukah Anda? Banyak kematian disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Dalam Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60 persen penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM. Sedangkan di Indonesia menurut Kemenkes, tren kematian akibat PTM meningkat dari 37 persen di tahun 1990 menjadi 57 persen di tahun 2015.

Dilansir dari Kemenkes, 10 penyebab kematian utama untuk segala umur berdasarkan sample registrasi sistem (SRS), enam di antaranya adalah PTM, yaitu stroke di nomor pertama, penyakit jantung koroner di nomor kedua, dan diabetes melitus dengan komplikasi di urutan ketiga. Sementara urutan selanjutnya adalah hipertensi dengan komplikasi (urutan 5), penyakit paru obstruksi kronis (urutan 6) dan kecelakaan lalu lintas (urutan 8).

iklan

Nah, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, 80 persen PTM disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat. Untuk itu, Dinkes gencar melakukan kegiatan pengendalian faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) sejak dini. Salah satunya melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).

“Kami ingin masyarakat punya pola pikir mencegah dibanding mengobati,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar, S.ST, MM.

Posbindu biasa diadakan di Car Free Day setiap minggu. Menurut Kepala Puskesmas Kendal Kerep dr. Lisna, Posbindu PTM menyasar masyarakat yang masih sehat dengan rentang usia 15 sampai 59 tahun.

"Kita memang ingin mencegah ya. Jadi sasaran Posbindu PTM ini memang masyarakat yang masih sehat dengan rentang usia 15 sampai 59 tahun," ujar Lisna mewakili Dinkes Kota Malang.

Menurut Lisna, alasan disasarnya masyarakat yang masih sehat ini ialah agar mereka lebih teredukasi, bahwa pencegahan lebih penting daripada mengobati dan mengurangi perilaku hidup tidak sehat.

"Kita kasih edukasi dulu. Karena sebenarnya yang paling penting itu pencegahan. Jadi di sini memang tidak ada pengobatan, supaya membuat mindset masyarakat lebih bagus mencegah daripada kita sakit," papar wanita berjilbab ini.

Dalam Posbindu PTM tersebut, masyarakat juga bisa mengambil brosur pengenalan segala jenis penyakit lengkap cara pencegahannya.


Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top