Social Media

Share this page on:

Gagas Cagar Budaya, Dinas Pariwisata Terus Data Bangunan Bersejarah di Kota Batu

03-12-2018 - 14:51
Salah satu bangunan kuno di Jl Panglima Sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu bangunan kuno di Jl Panglima Sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata Kota Batu terus menggali potensi-potensi peninggalan bangunan bersejarah di Kota Batu. Kali ini yang menjadi perhatian adalah bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda.

Di beberapa sudut Kota Batu, ada beberapa bangunan kuno peninggalan Belanda. Misalnya yang berada  di Jl Panglima Sudirman, Jl Sudiro, Jl Trunojoyo, Jl Hasanudin, Jl Diponergoro, dan Jl Bukit Berbunga. 

iklan

Hingga saat ini, Dinas Pariwisata terus melakukan pendataan. Totalnya kurang lebih sudah ada 15 bangunan yang telah didata. Tujuannya, bangunan-bangunan tua itu akan dijadikan destinasi wisata heritage. “Tetapi khusus yang untuk tahun ini sekitar 7 sampai 8 bangunan yang kami data,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Periwisata Kota Batu Winarto.

Dari beberapa bangunan Belanda itu, ada juga yang cukup disayangkan seperti di Jl Sudiro, Kelurahan Sisir. Di sana bangunan itu tertutup dengan hadirnya para pedagang kaki lima (PKL) sehingga hanya terlihat atapnya. 
 

Winarto menjelaskan, pendataan bangunan bersejarah itu terus dilakukan, baik bangunan milik pemerintah maupun milik swasta. Hal ini dilakukan untuk mencegah bangunan tersebut hilang tanpa sejarah yang tercatat.

“Hal-hal yang mengandung sejarah itu jangan samai hilang. Setiap bangunan memiliki beragam sejarah dan seperti ini patut untuk dijaga keberadaannya,” kata dia. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menambahkan, pendataan bangunan kuno itu dilakukan sudah sejak lama. Tetapi memang sempat terhenti.

“Kemudian pada tahun 2018 ini kami bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur yang ada di Trowulan (Mojokerto) bekerja sama untuk melakukan pendataan ini,” ungkap Imam. 
 

Pendataan ini memang harus terus dilakukan melihat banyak bangunan kuno dan bersejarah di Kota Batu. Tentunya data bisa terselamatkan meskipun bangunan tidak terurus. 

Pendataan yang dilakukan ini berupa pencatatan sejarah sampai pendekomentasian bangunan. Mulai arsitekturnya hingga sejarah bangunan tersebut, mulai dari bangunan perseorangan hingga milik Pemkot Batu. 

“Pendataan ini dilakukan dengan menyeluruh. Meskipun bangunan kuno itu sudah jelek dan tidak terurus, yang penting kami punya data sejarahnya,” ucap Imam. 
 

Kemudian hasil pendataan dipakai untuk mencatat secara keilmuan dan nantinya sebagai pertimbangan diajukan sebagai bangunan cagar budaya. Jika sudah sebagai cagar budaya, maka akan ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan pemilik. Misalnya dilarang mengubah bentuk bangunan dan fungsi bangunan tidak boleh dirusak. 

Bahkan jika direnovasi, lanjut Imam, akan mendapatkan dana dari pemerintah. “Ini juga sebagai untuk menguatkan Kota Batu juga sebagai wisata budayanya,” kata dia. (*)

 


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top