Social Media

Share this page on:

Zona Integritas Bebas Korupsi di Pengadilan Agama, Wabup Malang Ungkit Ajaran Rasulullah

04-12-2018 - 12:02
Wabup Malang HM. Sanusi saat menyampaikan sambutannya dalam acara penandatanganan pakta integritas WBK dan WBBM di PA Negeri Malang, Selasa (04/12/2018). (Nana)
Wabup Malang HM. Sanusi saat menyampaikan sambutannya dalam acara penandatanganan pakta integritas WBK dan WBBM di PA Negeri Malang, Selasa (04/12/2018). (Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menggiatkan pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Kini, giliran wilayah Pengadilan Agama (PA) Negeri Malang yang menandatangani pakta integritas tersebut. 

Pemilihan WBK dan WBBM di PA Negeri Malang dikarenakan pihak dalam dunia peradilan yang ada di wilayah Kabupaten Malang telah melakukannya sejak  2017 sampai awal 2018 lalu. 

iklan

Wakil Bupati (Wabup) Malang HM. Sanusi menyambut positif adanya pencanangan WBK dan WBBM yang diselenggarakan PA Negeri Malang tersebut. Menurut dia, seluruh badan, instansi, atau kelembagaan negara wajib mencanangkan dan mendeklarasikan wilayah kerjanya sebagai ruang pelayanan masyarakat yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

Menariknya, wabup yang diusung PKB ini menyampaikan contoh mengenai kewajiban aparatur negara untuk melaksanakan aturan secara ketat yang diembannya sebagai pelayan masyarakat dengan perilaku dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW.  "Persoalan mengenai integritas pemimpin masyarakat yang bersih,  jujur dan taat hukum telah diajarkan Nabi Muhammad SAW sejak 1.500 tahun lalu," kata Sanusi dalam pembukaan acara penandatanganan pakta integritas WBK dan WBBM di PA Negeri Malang, Selasa (04/12/2018). 

Rasulullah SAW telah mengajarkan bagaimana seorang pemimpin melayani dan mengayomi umatnya dengan cara dan jalan lurus Islam. Hasilnya, dalam masa kepemimpinan Rasulullah SAW, pemerintahan berjalan harmonis, damai, aman, dan sejahtera. 

Itu semua karena,  tegas Sanusi, seorang pemimpin mengikuti jalan kebenaran serta melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat atau umatnya. "Tidak akan ada itu KKN. Karenanya saya juga sampaikan saya adalah pelayan masyarakat," ujarnya kepada tamu undangan acara yang dihadiri oleh unsur Polres Malang, Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad, Kejaksaan Negeri Malang,  Pengadilan Negeri Malang, Kementerian Agama Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Kepanjen. serta seluruh peserta dari PA Negeri Malang. 

Sanusi melanjutkan, pihaknya berharap bahwa penandatanganan pakta integritas WBK dan WBBM di PA Negeri Malang bukan hanya seremoni belaka. "Tapi bisa ditindaklanjuti secara konkret dengan aksi nyata. Harapan ke depannya setelah bisa berjalan, maka bisa menjadi WBBM," imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Lilik Muliana -ketua PA Negeri Malang- juga menyampaikan bahwa penandatanganan pakta integritas sebagai WBK dan WBBM secara nyata telah dilakukan pihaknya sejak lama. Sehingga harapan besar wabup Malang terhadap PA Negeri Malang tentunya bisa dijalankan. 

"Kami sudah melakukan berbagai hal terkait hal tersebut. Buktinya, kami bisa mendapatkan sertifikat A excelen dari pemerintah pusat. Dengan adanya penandatanganan hari ini, akan semakin memperkuat komitmen kami," ujar Lilik. 

Dirinya juga menyepakati bahwa WBK dan WBBM bisa benar-benar terwujud apabila pemimpin dan yang dipimpinnya sama-sama meneladani sikap luhur Rasulullah bagi umat Islam.  "Dimulai dari komitmen dan sikap keseharian dari diri kita masing-masing dulu. Tanpa adanya hal tersebut, maka WBK dan WBBM tentu tidak bisa terwujud," pungkasnya.  (*)


Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher :


Top