Social Media

Share this page on:

Gerakan Save Sempu Kembali Bergaung, Tuntut Pencabutan Peralihan Status dari Cagar Alam Menjadi Wisata

04-12-2018 - 14:23
Save Sempu kembali bergaung di akhir tahun 2018, setelah tahun lalu menghangat dan ramai dikarenakan adanya rencana penurunan status cagar alam menjadi lokasi wisata alam (Ist)
Save Sempu kembali bergaung di akhir tahun 2018, setelah tahun lalu menghangat dan ramai dikarenakan adanya rencana penurunan status cagar alam menjadi lokasi wisata alam (Ist)

MALANGTIMES - Gerakan Save Sempu yang dilakukan oleh berbagai aktivis peduli lingkungan yang menamakan Aliansi Peduli Cagar Alam Pulau Sempu, kembali digaungkan. Baik melalui aksi lapangan maupun penyebaran tagar Save Sempu di dunia maya. 
Seperti diketahui, di tahun 2017 lalu gerakan Save Sempu bergema dan mendapatkan berbagai macam komentar. Baik dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Kabupaten Malang, sampai masyarakat setempat. 
Gerakan tersebut dipacu dengan adanya kerusakan kawasan cagar alam Pulau Sempu yang ada di seberang Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dikarenakan wilayah cagar alam berubah menjadi wilayah  tujuan wisata. Kondisi tersebut secara langsung disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Chadidjah. Ia mengatakan, kerusakan di kawasan cagar alam Pulau Sempu semakin melebar seiring banyaknya kunjungan ilegal ke lokasi tersebut.
Wacana penurunan status Pulau Sempu menjadi wisata alam mencuat saat itu. Hal inilah yang membuat Aliansi Peduli Cagar Alam Pulau Sempu bergerak.

Gerakan Save Sempu di dunia maya kembali menggeliat (Ist)

"Aliansi menyatakan sikap menolak penurunan status Cagar Alam Pulau Sempu. Mempertahankan cagar alam tidak butuh kajian. Yang menurunkan yang butuh kajian," kata Agni Istighfar Paribrata, juru bicara Aliansi Peduli Cagar Alam Pulau Sempu. 
Ternyata, sampai akhir tahun 2018, persoalan Pulau Sempu yang juga banyak dilirik investor swasta, serta mencuatkan adanya penarikan retribusi ilegal, menurut BKSDA Jatim, yang mencapai Rp 1,2 miliar masih terus berlanjut dan belum menghasilkan sesuatu yang memuaskan. 
Salah seorang aktivis peduli Sempu, Joko menyatakan, dari tahun ke tahun kondisi Pulau Sempu mengalami kualitas penurunan sebagai wilayah konservasi alam. 
"Pulau Sempu mengalami penurunan kualitas sebagai konservasi alam.  Apalagi jika statusnya diturunkan dari cagar alam menjadi pengelolaan terbatas," ujar Joko kepada MalangTIMES, Selasa (04/12/2018). 
Penurunan status Pulau Sempu menjadi wisata alam akan semakin mengubah ekosistem alam yang ada di sana. Hal inilah yang membuat kawasan cagar alam semakin rusak. Karena,  ucap Joko, saat hal itu terjadi maka akan banyak orang yang leluasa masuk ke sana dengan tujuan yang bukan untuk melakukan penelitian. Tapi, hanya datang untuk berwisata. 
Saat itu terjadi, maka seperti yang disampaikan pihak BKSDA Jatim, penjagaan dan perlindungan di Pulau Sempu akan semakin jebol dan tidak tertangani. Dikarenakan  keterbatasan petugas lapangan di kawasan konservasi alam yang jumlahnya hanya 4 orang saja. Padahal kawasan konservasi alam di Sempu mencapai luas sekitar 877 hektar (ha). 
Disinggung mengenai proses evaluasi status Pulau Sempu yang akan diturunkan, Joko menyatakan belum mengetahui secara pasti. "Dari informasi pertemuan di Bojana Puri, Kepanjen, kemarin,  sepertinya masih ditangguhkan," pungkasnya. 

iklan

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top