Social Media

Share this page on:

Di China Mindahin Gedung dengan Perahu, Indonesia Punya Cara Lebih Hebat Lagi

07-12-2018 - 13:31
Screenshot youtube
Screenshot youtube

MALANGTIMES - Pernahkah kamu melihat rumah atau gedung yang berpindah tempat? Mungkin kalau dipikir-pikir itu merupakan sesuatu yang mustahil. Akan tetapi, perpindahan bangunan  benar-benar ada loh. 

Lantas bagaimana cara memindahkan bangunan tersebut? Tentunya pakai cara-cara yang tidak biasa. Berikut ini simaklah cara-cara paling gila dalam memindahkan bangunan.

iklan

1. Memindahkan Bangunan dengan Kapal Laut

Kapal laut besar yang mengangkut kontainer mungkin sudah biasa. Akan tetapi apakah kamu pernah melihat kapal yang membawa gedung? Di China atau Republik Rakyat Tiongkok, sebuah bangunan lima lantai dibawa oleh dua kapal melalui sungai di Chongqing.

Pemandangan yang tak biasa ini terjadi karena pemerintah setempat ingin memindahkan restoran terapung yang ada di sana. Nah, untuk mengangkut bangunan ini membutuhkan 2 buah kapal agar kuat dan cepat sampai ke tujuan. Tentu kejadian langka ini sempat membuat heboh sosial media di Tiongkok.

 

2. Memindahkan Rumah dengan Gotong-royong


Kalau yang satu ini terjadi di Indonesia. Tepatnya di Sulawesi. Salah satu suku yakni suku Bugis memiliki tradisi gotong royong untuk mengangkat rumah panggung secara beramai-ramai. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini bernama Mappalette Bola.

Jadi keluarga yang hendak memindahkan rumahnya akan dibantu warga sekitar dengan sukarela. Orang-orang akan berkumpul dan beramai-ramai mengangkat rumah panggungnya. Bobot rumah yang dipindahkan tentu aja tidak ringan. Bahkan bisa mencapai puluhan ton.

Jarak rumah yang dipindahkan ke lokasi baru juga biasanya tidak dekat. Jika dipikir dengan akal sehat kegiatan ini sepertinya mustahil dengan mengandalkan tenaga manusia. Akan tetapi karena semangat gotong royong yang menjadi filosofi dalam tradisi Mapalette Bola, proses mengangkat dan memindahkan rumah selalu bisa dilakukan.

 

3. Ditarik Sapi


Yang satu ini memindahkan gedung sekolah menggunakan sapi sebagai tenaga penariknya. Pemindahan ini tepatnya terjadi di daerah Brownington Amerika Serikat.  Sekitar 40 ekor sapi jantan menarik gedung sekolah Brownington dengan jarak sekitar 500 meter menuju lokasi aslinya.

Sekolah ini ditinggalkan setelah perang sipil dan tidak beroperasi sejak 1865 hingga 1870. Dengan alasan itu sekolah ini kemudian dipindahkan dari lokasi aslinya ke pusat desa. Nah, untuk mempermudah prosesnya, bangunan itu diangkut dengan gerbong roda dan alat bantu lainnya.

 

4. Dengan Menggunakan Crane


Biasanya crane digunakan untuk mengangkat benda-benda yang besar dan berat. Namun kali ini crane digunakan untuk memindahkan rumah. Crane memiliki mesin yang dilengkapi dengan kawat atau rantai yang digerakkan dengan banyak katrol hingga dapat mengangkat beban berat.

Nah, untuk mengangkat rumah dibuat pengikat menjadi dua. Rumah yang sudah dibongkar bawahnya, siap untuk dipindahkan ke lokasi yang tidak jauh dari rumah. Kemudian rumah dipasang tali kren di bagian kedua samping rumah. Setelah itu crane mengangkat rumah secara perlahan dan meletakkannya di lokasi baru yang sudah terdapat fondasi. Tidak butuh waktu lama kren berhasil memindahkan rumah dengan cepat.

 

5. Pemindahan Buchanan Mansion,


Bangunan yang dipindah kali ini adalah sebuah bangunan tua berusia 125 tahun. Bangunan tua ini memiliki konstruksi batu bata dan beratnya mencapai 300 ton.

Gedung ini dipindahkan melewati jalan raya. Dengan dibantu perusahaan yang bergerak pada jasa pemindahan bangunan. Pemindahan ini melibatkan sekitar 20 kru yang mempersiapkannya selama satu jam. Mulai dari menyesuaikan rantai, menggeser plat baja, dan meletakkan ganjalan di bawah beberapa ban yang menopang rumah itu.

Nah, untuk menggerakkannya sendiri, digunakan joystick yang bisa dikendalikan dari jarak jauh yang membuat perpindahan rumah ini bisa berjalan konstan pada jalurnya. Untuk mempermudah juga, saat pemindahan dipastikan tiang listrik dan kabel kabelnya tidak menghalangi jalan.


Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top