Social Media

Share this page on:

Dinas PU Bina Marga Target Jurang Mayit Beroperasi 2019

07-12-2018 - 14:25
Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang menargetkan Jurang Mayit bisa dioperasikan di tahun 2019 (dok MalangTIMES)
Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang menargetkan Jurang Mayit bisa dioperasikan di tahun 2019 (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang terus menggenjot pembangunan jembatan Jurang Mayit atau Jurang Klampok, Desa Srigoonco, Kecamatan Bantur. Pasalnya, penyelesaian jurang yang dikenal angker dan memiliki medan sangat ekstrim ini sangat penting dalam sektor pariwisata.

Dengan penyelesaian Jurang Mayit tersebut, maka arus lalulintas wisatawan ke wilayah wisata pantai selatan akan menjadi lancar, aman dan nyaman.

iklan

Kenyamanan dan keamanan wisatawan yang akan mereguk keindahan deretan pantai di Malang selatan, akan diprediksi meningkat dengan penyelesaian jembatan Jurang Mayit. Karena, rute ekstrim di wilayah tersebut akan terpangkas dengan keberadaan jembatan dengan konstruksi baja yang mengalami kekurangan anggaran sekitar Rp 14 miliar ini.

“Fungsi inilah yang kita kejar. Sehingga kita terus berusaha untuk menyelesaikan pembangunan jurang mayit. Kita target bisa beroperasi di tahun 2019 datang,” kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Jumat (07/12/2018).

Walau sempat terhenti pembangunannya dikarenakan anggaran besar di tahun ini, bukan berarti pembangunan dibiarkan begitu saja. Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang memiliki komitmen secepatnya menyelesaikan proyek berkelanjutan tersebut. “Efeknya jelas terhadap sektor pariwisata. Jangka panjangnya tentu bisa mendongkrak pendapatan bagi daerah di sektor pariwisata,” ujar Romdhoni.

Seperti diketahui, anggaran pembangunan jembatan baja Jurang Mayit dengan panjang 102 meter, dibiayai anggaran daerah. Besarnya anggaran tersebut yang membuat penyelesaian jembatan Jurang Mayit tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Dari data Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, alokasi dana yang telah terserap sampai tahun ini senilai Rp 12 miliar. Tahap pertama Rp 5 miliar, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 7 miliar. Anggaran tersebut untuk menyelesaikan bentang pondasi sisi kiri-kanan jembatan.

Untuk menyelesaikannya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 14 miliar. Dengan rincian untuk melanjutkan pembangunan jalan dan beton jembatan sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan sisanya, Rp 8 miliar untuk rangka baja jembatannya. “Ini kita sudah meminta bantuan pemerintah pusat agar didampingi anggarannya. Kita ajukan sekitar Rp 8 miliar, sisanya dari daerah yaitu Rp 6 miliar,” ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karaya Kabupaten Malang ini.

Arus wisatawan ke wisata pantai Malang selatan terbilang tinggi dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya sampai saat ini. Tercatat, kunjungan wisatawan ke Pantai Balekambang saja bisa menembus angka 1.000 orang. Belum wisatawan yang juga datang ke berbagai wisata pantai lainnya yang berada satu lokasi di Malang selatan tersebut.

Magnet kuat inilah yang membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, berupaya keras untuk menyelesaikan pembangunan Jurang Mayit tersebut. Dengan adanya target penyelesaian di tahun 2019 bisa dioperasikan tersebut, tentunya disambut baik oleh masyarakat sekitar.

Sudarmadji menyatakan, apabila jembatan selesai maka kepadatan kendaraan yang merayap di jalur Jurang Mayit bisa teratasi. "Tidak akan macet seperti sekarang. Kecelakaan pun bisa ditekan dengan selesainya jembatan. Semoga target itu bisa benar-benar terwujud dan tidak ada halangan,” ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke wilayah tersebut, akan bisa meningkatkan perekonomian keluarganya. “Harapan besarnya begitu, mas. Jadi kita do’akan jembatan ini bisa dipakai secepatnya. Semakin banyak yang datang, semakin banyak rezeki masyarakat sini,” pungkas Sudarmadji.


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top