Social Media

Share this page on:

Uniknya Tampilan Wayang Kekinian, Mulai Gaya Doodle Hingga Multimedia

10-12-2018 - 13:18
Para pengunjung tengah berfoto di sela acara Rahwana Collaboration Exhibition di Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para pengunjung tengah berfoto di sela acara Rahwana Collaboration Exhibition di Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebuah chalkboard art atau seni gambar menggunakan media kapur tulis menyambut pengunjung Dewan Kesenian Malang (DKM) di Jalan Majapahit, Kota Malang. Sosok Rahwana yang biasanya terkesan seram, tampak lucu ketika ditampilkan tengah memegang handphone dan melihat notifikasi dari mantan. 

Chalkboardw art itu menjadi satu dari 70 karya yang ditampilkan dalam Rahwana Collaboration Exhibition. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Desain Grafis dan Multimedia Universitas Negeri Malang (UM). Selama empat hari, sejak Jumat (7/12/2018) hingga hari ini (10/12/2018) pameran tersebut dibuka untuk bisa dinikmati khalayak umum.

Panitia kegiatan, Nur Fa'azah Yora Estika mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan pameran gabungan mahasiswa UM dengan kampus-kampus lain. "Kalau dari UM ada 50 karya, sementara dari beberapa kampus lain ada 20 karya. Juga kerja sama dengan komunitas mural AriArt dan Aitnat," ujar Yora. 

Pameran itu, lanjutnya, mengangkat tema khusus yakni wayang kekinian. "Idenya untuk mengingatkan anak muda kalau wayang masih ada. Jika dikemas dengan kreatif dan kekinian, mereka juga akan senang dan tidak menganggap wayang itu membosankan," urai perempuan 20 tahun itu. 

Selain itu, sosok Rahwana dijadikan judul karena memiliki banyak sisi yang menarik untuk diekplorasi. "Kan Rahwana selama ini dikenal jahat, tapi kalau dilihat sejarahnya, juga punya sisi baik. Di industri kreatif kan tuntutannya seperti itu, mencari sisi paling menarik untuk ditampilkan," urai mahasiswi seni dan desain itu.  

Tak hanya pameran, Rahwana Collaboration Exhibition juga dimeriahkan dengan acara live painting, mural art, live band. "Kami juga menggelar workshop soal desain, packaging dan branding. Beberapa praktisi dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa tidak takut terjun ke industri kreatif, terutama yang terkait desain komunikasi visual," sebutnya. 

Beberapa karya yang dipajang misalnya berjudul Ragam Hias, karya Atus. Topeng Barong gaya Bali ditampilkan dengan perpaduan batik dan juga komposisi bangun ruang warna-warni. Ada juga karya berjudul Typography yang menggabungkan huruf-huruf Jawa atau Hanacaraka dengan kalimat-kalimat bahasa Inggris. 

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :


Top