Social Media

Share this page on:

Wali Kota Batu Dewanti Rumpko Juara III Lomba Meracik Sambal Apel, Ini Resepnya

23-12-2018 - 17:41
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (paling kanan) saat meracik sambal apel dalam Festival Buah Apel di Balai Kota Among Tani, Minggu (23/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (paling kanan) saat meracik sambal apel dalam Festival Buah Apel di Balai Kota Among Tani, Minggu (23/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga terlibat sebagai peserta lomba Festival Buah Apel, Minggu (23/12/2018). 

Kali ini Dewanti bersama warga berlomba membuat sambal apel di halaman Balai Kota Among Tani.

Hanya diberikan waktu selama 5 menit, Dewanti bersama peserta lainya yang terdiri dari pria dan wanita meracik sambal. 

Bahan-bahannya sudah tersedia yakni cabai merah, cabai rawit, terasi, bawang putih, gula, garam, dan tentunya Apel Anna.

Dengan cekatan ibu tiga anak itu mengambil cabai rawit, cabai merah, garam, gula, dan terasi mengulek  di atas cobek kayu. 

Setelah sambal itu diulek hingga halus, ia mulai memotong apel tipis-tipis dan menaruhnya di atas sambal.

Kemudian ia mengulek lagi atau membaurnya dengan sambal menjadi satu. 

Saat mencicipi sambalnya rupanya tidak sesuai dengan keinginannya karena terasa asin. 

Berkali-kali pun ia mencoba tetap asin meskipun sudah dibaur dengan apel. 

“Membuat sambal juga ada Strandart Operational Prosedur (SOP)nya. Kalau pakai terasi enggak pakai bawang putih. itu sop-nya kalau buat sambal,” ujar Dewanti kepada MalangTIMES.

Meskipun terlihat lihai, ternyata Dewanti memang jarang  membuat sambal. “Meskipun ada waktu enggak pernah buat sambal,” imbunnya sambil tertawa.

Setelah diumumkan,  ternyata dari kurang lebih 10 peserta yang mengikuti kategori ini cukup membuat istri Eddy Rumpoko ini meraih juara III.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramonno menambahkan, festival itu digelar untuk mengenalkan ikon Kota Batu yakni apel. Tetapi apel yang dikenalkan itu adalah Apel Anna.

“Kenapa kok Apel Anna? Karena tidak banyak orang yang tahu kalau ada apel yang jenisnya anna. Sehingga kita kenalkan di sini,” kata Sugeng.

Sekaligus untuk membantu para petani karena jumlah panen yang melimpah dan mengalami penurunan permintaan. Sehingga berimbas pada harga apel yang rendah yakni Rp 2.500-Rp 3 ribu perkilogram. 

“Ini sebagai upaya kami untuk membantu para petani yang saat ini sedang melimpah apelnya tapi mengalami penurunan permintaan,” ucapnya. 

Sedang dalam festival ini apel yang digunakan sekitar 0,5 ton dan sebagian dibagikan kepada pengguna jalan.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top