Social Media

Share this page on:

Liburan di Air Terjun, Wisatawan Wajib Waspadai Hal Ini

31-12-2018 - 12:44
Wisatawan tengah berfoto di bawah air terjun Coban Putri, Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Wisatawan tengah berfoto di bawah air terjun Coban Putri, Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki musim penghujan, perubahan cuaca secara tiba-tiba kerap terjadi. Misalnya dari yang semula cerah, mendadak hujan disertai angin kencang. Hal tersebut menimbulkan kerawanan tersendiri di sejumlah obyek wisata alam seperti air terjun. 
 

Terlebih, selama memasuki masa liburan sekolah yang berbarengan momen Natal dan Tahun Baru (nataru), sejumlah wana wisata air terjun di Kota Batu mengalami peningkatan pengunjung. "Karena masa liburan, rata-rata (lokasi wisata air  terjun) mengalami peningkatan pengunjung," ujar Supervisor Wisata Perhutani KPH Malang, Nanang Wahyudi. 
 

Selama musim penghujan, Nanang menjelaskan bahwa kondisi debit air yang mengalir di coban-coban atau air terjun mengalami peningkatan drastis. "Karena musim hujan, jadi sumbernya lebih besar, rata-rata naik debitnya lebih dari 50-65 persen," terangnya.
 

Terlebih ketika terjadi hujan di kawasan hulu, yakni pegunungan Arjuno maupun Panderman. "Yang membahayakan itu ketika di kawasan air terjun tidak hujan, tapi justru di puncak gunung turun hujan lebat. Jadinya volume air yang mengalir ini naik drastis. Ini yang bisa membahayakan pengunjung," terangnya.
 

Pihak Perhutani mengimbau untuk wisatawan selalu memperhatikan kondisi air terjun yang mengalir. "Harus terus diperhatikan. Misalnya tiba-tiba jadi lebih deras, atau warnanya menjadi keruh. Itu ada kemungkinan hujan di puncak. Diharap tidak terlalu dekat dengan aliran utama air terjun," tegasnya. 
 

Nanang menyebut, jarak aman menikmati air terjun sebenarnya sekitar 10 meter dari titik jatuh air. "Jadi kalau mau selfie, foto-foto, itu aman. Masalahnya banyak wisatawan yang ingin bermain air di bawah air terjun. Kami juga menambah petugas pengawas selama musim liburan ini," tuturnya. 
 

Sementara itu MalangTIMES mencatat terjadi peningkatan kunjungan di wana wisata Coban Putri, Desa Tlekung, Kota Batu. Petugas penjaga loket Coban Putri, M Oki Pangestu, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah wisatawan mencapai empat kali lipat dibanding kunjungan hari normal. "Kalau Sabtu-Minggu di sini paling dikunjungi sekitar 100 orang lebih. Tapi musim liburan ini, tercatat yang paling banyak sehari sampai 400 orang," terangnya. 
 

Hal senada disampaikan salah satu pengurus Wisata Oyot Coban Talun, Supriyanto. Wisata air terjun yang berada di Desa Tulungrejo, Kota Batu itu juga mengalami sedikit peningkatan jumlah pengunjung. "Kalau harian, kisarannya puluhan wisatawan, sekitar 50 orang lah. Tapi selama liburan ini naik kisaran 150-200 orang per hari," pungkasnya. 

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top