Social Media

Share this page on:

Jatuh Bangun Berbekal Iuran, Klub Bulu Tangkis Ini Telurkan Juara Nasional

31-12-2018 - 21:03
Tim BAT saat foto bersama di tempat latihan, Gedung Mahkota (PB BAT for MalangTIMES)
Tim BAT saat foto bersama di tempat latihan, Gedung Mahkota (PB BAT for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memang tidak mudah mendirikan sebuah klub bulu tangkis karena peminatnya tidak cukup banyak seperti olahraga lain. Tetapi, BAT (Badminton Academy and Training) tetap berupaya bisa eksis di dunia pembinaan atlet bulu tangkis Kota Malang.

Klub yang bermarkas latihan di Gedung Mahkota Jalan Arumba, Tunggul Wulung, Kota Malang ini tetap menjalankan aktivitasnya dalam membina atlet muda. Padahal,  BAT pernah mengalami kesulitan dalam melakukan operasional klub sekitar tahun 2013 lalu.

"Ya dulu sempat sangat kekurangan dana untuk operasional. Jadi, saya menggunakan dana pribadi agar klub ini tetap bertahan," ujar Budi Cahyono, pelatih sekaligus penggagas BAT. 

Awalnya, klub yang berdiri dari hasil musyawarah beberapa orang, seperti Budi Cahyono, Agus Mintono dan beberapa wali atlet. Akhirnya pada 1 Januari 2009, BAT resmi menjadi klub bulu tangkis di Kota Malang. 

PB BAT saat melakukan latihan fisik di Pantai Balekambang akhir 2016 (PB BAT for MalangTIMES)

Pertama menggelar latihan, BAT menggunakan Gedung Lely, Jalan Tembalangan. Namun latihan di sana tidak bertahan lama dan berpindah di Gedung Mahkota. "Jadi, ini bahasanya bukan pendiri karena dulu kami membuat klub ini atas hasil musyawarah beberapa teman yang anaknya saya latih. Jadi, mereka mendirikan klub ini," ungkap Budi. 

Dulu BAT hanya mempunyai atlet sejumlah 20 orang. Dan hal tersebut sangat tidak cukup untuk menghidupi klub yang notabene bertahan hidup dari iuran. Seperti diketahui, iuran atlet BAT saat awal masuk adalah Rp 100.000 untuk pendaftaran dan biaya bulanan berdasarkan kelas. Kelas dasar Rp 150.000 dan kelas pembinaan prestasi Rp 200.000. 

"Ya namanya klub mandiri dan tidak punya sponsor, jadi kami mengandalkan iuran untuk sewa lapangan, beli cock, dan operasional lainnya," terang Budi. 

PB BAT saat melakukan latihan fisik di Pantai Balekambang akhir 2016 (PB BAT for MalangTIMES)

Namun perlahan dengan semangat Budi, akhirnya BAT dikenal dan kini memiliki 55 atlet yang menimba ilmu bulu tangkis kepadanya. Dibantu empat pelatih yang notabene adalah anak didiknya, yakni Sekar Widya, Hanifan, Yogi dan Rama, kini Budi semakin bersemangat. 

"Sebenarnya semua pelatih di sini tidak tetap karena rata-rata mereka masih kuliah. Tapi ada yang masih semangat membantu saya," katanya. 

Tidak mudah perjuangan Budi dilalui. Sempat pengelola Gedung Mahkota meminta sewa yang cukup membebankan sehingga ia harus memutar otak untuk tetap menjalankan latihan. "Dulu awal kami sewa Rp 2.700.000. Lalu setelah ganti lurah, akhirnya kami diberi keringanan dan hanya membayar Rp 1.200.000 per bulan," ingat Budi. 

Meski mengalami jatuh bangun, BAT sempat menelurkan atlet binaannya yang mampu berbicara di level nasional. Dia adalah Gusti Akbar Ramadhani yang kini bergabung dengan klub Djarum Jakarta. Saat itu, Gusti meraih juara di level nasional dalam kategori ganda campuran. Tapi sayang, Budi lupa dengan nama kejuaraannya. 

"Ya itu atlet binaan kami yang di level nasional. Dulu latihan di sini. Setelah jadi, dia diambil tim dengan grade nasional hingga sekarang," katanya. 

Kini, Budi tetap bersemangat untuk melatih atlet muda dan berharap masih banyak anak yang berminat untuk berlatih bulu tangkis. "Saya harap ada kestabilan atlet yang latihan di sini. Soalnya, tujuan kami utamanya adalah mencetak atlet agar bisa berguna bagi kota maupun negara," ungkap dia. (*)


Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher :


Top