Social Media

Share this page on:

Dapat Dana Khusus Non-Fisik dari Kemenpar, Disbudpar Kota Malang Genjot Home Stay

02-01-2019 - 10:39
Monumen Tugu (Yukpiknik.com)
Monumen Tugu (Yukpiknik.com)

MALANGTIMES - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang tahun ini mendapatkan suntikan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata senilai Rp 900 juta lebih. Beda dengan DAK pada umumnya, anggaran tersebut diperuntukkan dalam proses pembangunan non-fisik.

Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar) Kota Malang Agung H. Buana menyampaikan, DAK non-fisik tersebut secara keseluruhan senilai Rp 913.038.000. Dana tersebut akan diperuntukkan melaksanakan tujuh kegiatan pelatihan dan pengelolaan kualitas pelayanan pariwisata.

"Pelatihan untuk pelaku usaha dan stakeholder pariwisata seperti kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan komunitas pariwisata lainnya," katanya kepada MalangTIMES belum lama ini.

Secara rinci, Agung menyebutkan tujuh rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2019 ini. Tujuh kegiatan itu adalah pelatihan pengelolaan homestay dan guest house, pelatihan pengelolaan destinasi wisata, pelatihan pemanduan heritage, pelatihan pemanduan kuliner belanja, pelatihan pemanduan wisata perkotaan, pelatihan pemanduan wisata tematik, dan pelatihan pemanduan wisata buatan.

Menurut Agung, setiap pelatihan akan diikuti 40 orang. Nantinya akan dibuka pendaftaran di samping undangan kepada stakeholder dan tenaga kerja yang berminat bekerja di sektor pariwisata atau yang ingin meningkatkan skill-nya.

Sebagai langkah awal, akan diadakan pelatihan pengelolaan homestay dan guest house agar memiliki kualitas layanan prima pada Maret mendatang. Selama ini, salah satu permasalahan yang banyak dikeluhkan adalah berkaitan dengan tempat penginapan. Terutama saat masa libur panjang,  ketika hotel dan penginapan yang ada selalu penuh. Bahkan turis bingung harus mencarinya ke mana lagi. 

Karena itu,  Disbudpar terus mendorong munculnya guest house atau homestay yang dapat dikelola oleh pokdarwis. "Tentunya dengan standar dan kualitas yang memenuhi harapan wisatawan," kata Agung.

Lebih jauh Agung menjelaskan, DAK non-fisik ini merupakan program terbaru dari Kementerian Pariwisata. Untuk mendapatkan DAK tersebut, tentunya butuh beberapa kriteria khusus.

"Kriteria tentunya ada. Kami berjuang mendapatkan DAK tersebut untuk memberikan kepastian layanan prima kepada wisatawan yang berkunjung ke Malang," pungkasnya. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top