Social Media

Share this page on:

Tiga Berlian Miliki Mimpi Atlet Bulu Tangkis Kota Malang Kembali Bela Timnas

04-01-2019 - 17:39
Tim Tiga Berlian saat berfoto di gedung Jalan Terusan Rajabasa (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Tim Tiga Berlian saat berfoto di gedung Jalan Terusan Rajabasa (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hanya memiliki dua orang pelatih, klub bulu tangkis Kota Malang Tiga Berlian memiliki sebuah harapan agar olahraga yang sempat membawa Taufik Hidayat meraih juara dunia ini terus berkembang dan para atletnya dilirik oleh Timnas Indonesia.

Sebuah harapan tinggi dari Tiga Berlian memang bukan tanpa alasan. Dari pelatihnya saja, mereka tidak tanggung-tanggung untuk mendatangkan Suwanto atau yang akrab disapa Avee. Seorang pelatih senior yang sudah mempunyai nama di dunia bulu tangkis Kota Malang, bahkan Jawa Timur.

Dulunya, Avee sempat memoles Hendrawan (salah satu pebulutangkis nasional) yang kini menjadi pelatih Timnas Bulu Tangkis Malaysia dengan pemain Lee Chong Wei.

"Dulu saya sempat melatih Hendrawan di Lawang, dia sangat rajin. Saya harap ada lagi atlet Kota Malang seperti dia (Hendrawan) lagi," ucap Avee kepada MalangTIMES.

Di dalam tubuh Tiga Berlian sendiri, Avee sudah berkecimpung cukup lama, bahkan ia adalah salah satu pelatih yang bersama mulai merintisnya. Namun ia tak sendiri, Dra. Fatmawati atau yang akrab disapa Wati mulai mengurus izin agar klubnya diakui oleh PBSI Kota Malang.

Tepat pada 2014 lalu, klub Tiga Berlian resmi berdiri dan langsung menerima anak yang ingin menimba ilmu bulu tangkis. Awalnya, klub ini hanya memiliki sekitar 10 pemain binaan dengan tempaan pelatih Avee.

"Dulu itu belum ada yang tahu, makanya sedikit. Dan waktu itu kami juga latihannya sempat pindah," ucap Wati. Pertama, Tiga Berlian mengaku pernah menggunakan GOR di Jalan Bengkulu. Namun seiring berjalannya waktu mereka pindah di gedung Jalan Terusan Rajabasa hingga kini.

Walau begitu, Tiga Berlian tetap semangat untuk meneruskan pembinaan. Kini mereka sudah memiliki sekitar 40 anak yang menimba ilmu bulu tangkis kepada Avee dan istrinya Herawati.

"Tapi kalau anak yang latihan di sini (Tiga Berlian) itu pasang surut, ada kalanya menambah, lalu setelah beberapa minggu kemudian terus berhenti, jadi ya tidak menentu," terangnya.

Seperti pengakuan Avee, sebenarnya di Kota Malang ini tidak kendala untuk membina atlet muda. Karena ia menganggap semua bisa menjadi yang nomor satu asalkan mau menjalankan tugasnya dengan baik.

"Sebenarnya tidak susah, tinggal anaknya mau latihan gila-gilaan apa tidak. Tapi kami biasanya terkendala oleh orang tua atlet sendiri yang biasanya lebih memfokuskan anaknya untuk sekolah," akunya.

Padahal lanjut Avee, pendidikan dan olahraga bisa dilakukan bersama-sama jika anaknya memang memiliki niat dan mau melakukan. "Ini ada beberapa anak Surabaya, mereka bisa berprestasi di bulu tangkis, dan bisa juara di sekolah. Tapi perlu digaris bawahi, mereka latihan itu tidak mengenal waktu," cerita Avee.

Sementara itu, Wati mengaku bahwa sejak berdiri Tiga Berlian hidup mendiri alias tidak ada sponsor satu pun. Mereka mengandalkan iuran dari atlet yakni sebesar Rp. 200.000 per bulan. "Tidak ada sponsor satupun dari dulu, kami hidup dari iuran anak-anak yang latihan," ucapnya.

Meski begitu, Tiga Berlian memiliki atlet yang pernah menorehkan prestasi di beberapa ajang Kejurkot. Mereka adalah Lita, Kiki, Rey, Mika dan Heskia. "Kalau untuk yang level nasional kami belum ada," sebut Avee. 
 

 


Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top