Social Media

Share this page on:

Babak Baru, 15 Pengacara Siap Kawal Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penghinaan oleh Ustaz Sa'adullah Basuni

06-01-2019 - 20:07
Beberapa komponen Nahdlatul Ulama saat melayangkan laporan terhadap dugaan penghinaan dan ujaran kebencian yang dilakukan Ustaz Sa
Beberapa komponen Nahdlatul Ulama saat melayangkan laporan terhadap dugaan penghinaan dan ujaran kebencian yang dilakukan Ustaz Sa'adullah Basuni, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian yang menyeret nama Ustaz Sa'adullah Basuni, kini memasuki babak baru. 

Setelah sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, serta beberapa komponen Nahdlatul Ulama (NU), dan simpatisan KH Ma’ruf Amin mengajukan laporan ke Polres Malang, Sabtu (5/1/2019). Tersiar kabar, sebanyak 15 pengacara bakal disiapkan untuk mengawal kasus tersebut.

“Kami sudah menyiapkan 15 orang pengacara, untuk mengawal kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian yang dilakukan Ustaz Sa'adullah hingga tuntas,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, Minggu (6/1/2019).

Belakangan diketahui, belasan pengacara itu, berasal dari Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH-NU).

Husnul juga meminta kepada pihak kepolisian, yakni Polres Malang agar serius menindaklanjuti laporan yang sudah diajukan kemarin, Sabtu (5/1/2019).

Pihaknya juga berharap agar proses penyelidikan harus terus berjalan. Sebab beberapa bukti seperti rekaman cuplikan video saat Ustaz Sa'adullah menyampaikan beberapa ucapan, yang dinilai menghina dan mengandung unsur ujaran kebencian serta beberapa saksi juga sudah turut serta dilampirkan dalam pelaporan.

“Saat kami mengajukan laporan, sudah ada barang bukti video yang kami sertakan. Selain itu dua orang saksi dari ranting NU Kecamatan Tumpang, yang pada saat itu berada di lokasi kejadian juga sudah kami libatkan,” tegas Husnul.

Bahkan jika pelaporan yang diajukan tidak segera ditindaklanjuti, Husnul dan beberapa elemen lain bakal mengambil tindakan. 

“Kalau polisi tidak segera memanggil terlapor untuk segera diperiksa, maka biar kami saja (GP Ansor) yang akan memanggilnya,” sambung Husnul.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda menuturkan jika pihaknya dan beberapa anggota masih melakukan pendalaman.

Terdapat beberapa poin yang bakal jadi rujukan, diantaranya menggali dari keterangan beberapa saksi, serta mempelajari isi rekaman video yang dilampirkan saat pengajuan laporan.

“Ini masih pendalaman, tim Ahli Bahasa juga bakal dilibatkan, ini sudah disiapkan untuk menyelidiki kasus ini. Ke depan akan dikaji apakah ada unsur pidana yang dilakukan oleh pihak terlapor,” terang anggota polisi dengan tiga balok dibahu ini.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dalam bukti rekaman video berdurasi sekitar 2.50 menit yang diajukan GP Ansor. Ustaz Sa'adullah nampak mengucapkan kalimat yang dinilai menghina dan menyebar ujaran kebencian.

Pada salah satu agenda pengajian yang digelar di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang pada September 2018 tersebut. Salah satu pemuka agama asal Pasuruan ini, juga dianggap telah menghina GP Ansor, Banser, dan NU, serta KH Ma’ruf Amin.

 


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :


Top