Social Media

Share this page on:

Lengkapi Berkas Pembunuhan Sadis di Kabupaten Malang, Polres Gelar Rekonstruksi

08-01-2019 - 18:34
Petugas kepolisian Polres Malang beserta tujuh tersangka yang diamankan, saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Juari, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas kepolisian Polres Malang beserta tujuh tersangka yang diamankan, saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Juari, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masih ingatkah anda dengan Juari? Iya, warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen ini, tewas mengenaskan setelah dikeroyok oleh puluhan pelaku. 

Akibatnya, korban meninggal dunia karena mengalami luka parah disekujur tubuhnya, pada 25 November 2018 lalu.

“Guna melengkapi berkas pemeriksaan, petugas menggelar rekonstruksi hari ini,” kata Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satrskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris, Selasa (8/1/2019).

Dalam agenda yang digelar di lapangan tenis Mapolres Malang ini, sedikitnya ada 11 adegan  yang diperagakan oleh para pelaku pengeroyokan.

Dari 11 adegan yang diperankan, para pelaku nampak begitu bringas dan tanpa belas kasihan menghabisi nyawa korban. 

Mulai dari berkumpul, eksekusi, hingga membubarkan diri, diperagakan semua oleh pelaku.

Pada reka adegan ke empat, para pelaku diketahui tanpa basa-basi menghabisi nyawa Juari. 

Saat itu, mereka serentak masuk ke rumah korban dan kemudian melakukan pengeroyokan saat Juari sedang terlelap.

Mulai dari memukul dan menendang, hingga pukulan menggunakan kayu secara bertubi-tubi, diperagakan oleh para pelaku. 

Tidak berhenti disitu, korban yang nampak tidak berdaya, juga sempat diseret tubuhnya keluar rumah. 

Bahkan ketika diseret hingga jalan perkampungan, tubuh Juari juga masih menerima pukulan secara membabi buta. Akibatnya, pria 41 tahun itu tewas mengenaskan.

Afrizal menambahkan, sebenarnya ada 10 pelaku yang terlibat pengeroyokan. Namun sementara ini, polisi masih mengamankan tujuh orang.

Mereka adalah Suhartono, Khoirul alias Ndoweh, Eko Wahyudi, Kholik, Sadu Daroini, Mat Sair, dan M Rudik alias Sarbo. Ketujuh pelaku merupakan warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen.

“Tiga orang pelaku masih berstatus buron, sedangkan untuk menggantikan perannya saat rekonstruksi, tiga anggota polisi Satreskrim Polres Malang yang menggantikannya,” imbuhnya.

Selama memerankan adegan rekonstruksi yang digelar polisi, ketujuh pelaku nampak terlihat tenang. 

Bahkan para pelaku juga menjelaskan secara gamblang keterlibatan mereka masing-masing.

“Apa yang kami lakukan memang salah, kami akan mengikuti dan menjalani proses hukumannya,” terang salah satu pelaku, saat dimintai keterangan disela-sela memerankan agenda rekonstruksi.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Minggu 25 November 2018 lalu, Juari ditemukan tewas mengenaskan. 

Korban dikeroyok kelompok orang tak dikenal, ketika berada di rumahnya yang selama ini ditempati adiknya yang bernama Farida. 

Di rumah yang beralamat di Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen itulah, Juari dikeroyok secara membabi buta di hadapan Jamiatul Masamah (istri korban) serta Farida.

Juari menjadi korban pengeroyokan, sesaat setelah menonton kuda lumping di Wajak.

Sepulang dari menyaksikan pesta rakyat tersebut, korban pulang dengan kondisi mabuk berat. 

Saat itulah, Juari dianiaya dengan cangkul, celurit, cor-coran, kayu pentungan, hingga bogem mentah.

Setelah puas mengeroyok Juari, tubuhnya diseret keluar rumah, sejauh 100 meter. 

Hasil otopsi dari dokter Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, menyatakan korban meninggal akibat pukulan benda tumpul. 

Selain kepala yang nyaris hancur, pada bagian punggung juga ditemukan benda bacokan.


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher :


Top