Social Media

Share this page on:

Tiga Orang Dalang Pembunuhan Sadis di Kabupaten Malang Masih Buron, Diduga Jumlah Pelaku Lebih dari 10 Orang

08-01-2019 - 19:28
Petugas kepolisian Satreskrim Polres Malang saat melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas kepolisian Satreskrim Polres Malang saat melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran kepolisian Satreskrim Polres Malang, terus memburu tiga pelaku yang terlibat pengeroyokan terhadap Juari, warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen. 

Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris menuturkan, selain melakukan rekonstruksi, Selasa (8/1/2019). Pihaknya juga masih memburu tiga orang yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sementara ini, hanya tujuh tersangka yang berhasil diamankan polisi. Mereka adalah Suhartono, Khoirul alias Ndoweh, Eko Wahyudi, Kholik, Sadu Daroini, Mat Sair dan M Rudik alias Sarbo. Semua pelaku yang diringkus polisi merupakan warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen.

“Tiga pelaku lain yakni ST, SL, dan SW masih bersatus buron. Ketiga orang ini diketahui berperan sebagai otak kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian korban,” kata Afrizal, saat ditemui awak media disela-sela adegan rekonstruksi, Selasa (8/1/2019).

Afrizal menambahkan, jika saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman. Nantinya dari hasil rekonstruksi, bakal menjadi rujukan terkait pengembangan kasus kematian korban.

“Dari hasil pendalaman, kemungkinan pelakunya bakal bertambah. Jika tiga pelaku yang berstatus buron sudah diamankan, kemungkinan pelakunya lebih dari 10 orang. Sebab saat kejadian pengeroyokan berlangsung, terdapat banyak orang yang berada di tempat kejadian,” tegas Afrizal.

Sebagai informasi, Juari tewas mengenaskan di kediamannya pada 25 November 2018 lalu. Korban meninggal dunia setelah dikeroyok oleh puluhan orang. Sesaat sebelum kejadian, korban pulang kerumah beserta istrinya yang bernama Jamiarul Masamah.

Keduanya singgah ke rumah yang selama ini ditempati oleh adik kandung korban yang bernama Farida, dengan mengendarai sepeda motor. Belakangan diketahui, korban pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, setelah melihat pertunjukan kuda lumping di Kecamatan Wajak.

Korban sempat hendak meregang nyawa karena overdosis minuman keras (miras). Beruntung, nyawa pria 41 tahun itu masih bisa terselamatkan, setelah mendapatkan pertolongan pertama.

Namun nahas, meski sempat selamat lantaran overdosis, korban justru meregang nyawa saat tidur dikeroyok di rumahnya, sesaat setelah tiba di lokasi kejadian.

Juari dikeroyok oleh sekelompok pria tidak dikenal. Di sekujur tubuhnya ditemukan bekas luka bacokan dan pukulan benda tumpul. Kepalanya juga nyaris hancur karena sempat di hantam cor-coran, gagang cangkul, dan pukulan secara membabi buta.

Tragisnya lagi, setelah aksi tidak manusiawi itu terjadi, pria yang semasa hidupnya langganan masuk penjara, dan baru saja bebas menjalani hukuman lantaran kasus curanmor selama 3,5 tahun di lapas lowokwaru itu, sempat diseret ke jalan perkampungan sejauh 100 meter.


Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher :


Top