Social Media

Share this page on:

Langkah-langkah Revitalisasi Pendidikan Jalur Nonformal di Jatim, Salah Satunya Menginjeksi Materi Vokasi ke SMA

12-01-2019 - 07:00
Gurbernur Jatim Soekarwo (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Gurbernur Jatim Soekarwo (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jatim membidik pendidikan vokasi dengan melakukan revitalisasi pendidikan. Revitalisasi pendidikan dilakukan dengan jalur formal dan nonformal.

Pada jalur formal, beberapa yang dilakukan untuk SMK-SMK yakni melalui penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan industri, pembentukan komite pemagangan, melakukan uji kompetensi bersama, pelatihan guru produktif, dan tenaga ahli di industri yang diperbantukan di SMK.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan, revitalisasi pendidikan tidak hanya dilakukan melalui jalur formal saja, tetapi juga harus dilakukan meIaIui Revitalisasi Vokasional Nonformal.

"Kebijakannya adalah pengembangan pendidikan melalui kewenangan diskresi. Bentuknya, pertama adalah SMK Mini yaitu pengembangan SMK (formal) yang diberikan tambahan fungsi dalam bentuk kegiatan pelatihan ketrampilan sesuai keahlian yang dipilihnya," ujarnya sewaktu ke Malang beberapa waktu lalu.

SMK Mini sendiri berdiri sejak tahun 2014. Hingga tahun 2016, ada 264 lembaga SMK Mini. Tahun 2017 dan tahun 2018, program tersebut dialihkan menjadi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Mini. Tujuannya untuk memberikan penguatan secara operasional lembaga SMK Mini.

"Diskresi kedua adalah melalui Dual Track Strategy, yakni menginjeksi materi vokasi ke semua lini pendidikan menengah (SMA)," terang pria yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut.

Dual track dimulai tahun 2015 dengan sasaran Madura 31 SMA dan MA dengan jumlah siswa 2.907. Sedangkan luar Madura 55 SMA dan MA dengan jumlah siswa 6.119. Target output-nya adalah terampilnya siswa dual track. Ruang lingkup bidang keahliannya adalah multimedia, teknik elektro, teknik kendaraan ringan, teknik Iistrik, tata boga, tata busana, dan kecantikan.

Diskresi vokasi ketiga dilakukan melalui Madrasah Diniyah (madin) sebagai strategi penguatan kelembagaan pendidikan vokasi nonformal. Ekstrakurikuler vokasi harus ditambah di materi Madin.

"Program pemberdayaan Madin ini merupakan bentuk kebijakan partisipatoris, bottom up, serta mendengarkan suara dan aspirasi dari masyarakat bawah," paparnya.


Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher :


Top