Social Media

Share this page on:

13,9 Ton Tembakau dan 7,5 Juta Batang Rokok Ilegal Asal Malang Nyaris Masuk Pasar Nasional

09-01-2019 - 09:37
Rokok tanpa cukai dengan berbagai merek siap edar yang berhasil diamankan Bea Cukai Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Rokok tanpa cukai dengan berbagai merek siap edar yang berhasil diamankan Bea Cukai Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Upaya pengedaran rokok dan tembakau ilegal masih terus ditemukan di wilayah Malang Raya. Bahkan sepanjang 2018, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC-TMC) Malang menemukan setidaknya 13,9 ton tembakau iris dan 7,5 juta batang rokok tanpa cukai yang siap diedarkan ke seluruh penjuru Indonesia. 

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menekan peredaran barang kena cukai di wilayah Malang Raya. "Barang bukti yang berhasil kami sita sepanjang 2018, rinciannya barang kena cukai rokok SKT dan SKM sebanyak 7,5 juta batang, tembakau iris sebanyak 13,9 ton, serta minuman mengandung etil alkohol sebanyak 160 ribu liter," ujarnya.

"Total keseluruhan bila barang hasil penindakan kiriman pos sekitar Rp 43 juta, sedangkan perkiraan kerugian yang dialami negara dari barang hasil penindakan ini mencapai Rp 2,9 Miliar lebih," tuturnya. Kemarin (8/1/2019) pihaknya melakukan pemusnahan jutaan batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman mengandung etil alkohol. Barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penindakan Bea Cukai Malang selama tahun 2018. 

Rudy mengungkapkan, selama tahun 2018, pihaknya telah mengeluarkan 253 Surat Bukti Penindakan (SBP). "SBP itu terdiri dari 173 penindakan barang kiriman pos, 55 penindakan barang kena cukai hasil tembakau, serta 25 penindakan barang kena cukai minuman mengandung etil alkohol," terangnya.

Menurut Rudy, pemusnahan barang tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memberantas peredaran barang ilegal di Malang Raya. Meski demikian, perolehan barang ilegal selama 2018 tidak membuat bea cukai puas. 

Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan untuk menekan peredaran rokok dan barang bercukai lainnya. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut membantu memberantas peredaran rokok ilegal dengan cara tidak membeli, mengkonsumsi, maupun memproduksi barang kena cukai ilegal," pungkasnya. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :


Top