Social Media

Share this page on:

Duh Bikin Ngelus Dada, Tumpukan Sampah Masih Bebas Berenang di Saluran Air

11-01-2019 - 20:28
Tumpukan sampah yang ada di aliran air kawasan Klaseman, Kota Malang, dibersihkan oleh petugas untuk menghindari banjir dan genangan air. (Istimewa)
Tumpukan sampah yang ada di aliran air kawasan Klaseman, Kota Malang, dibersihkan oleh petugas untuk menghindari banjir dan genangan air. (Istimewa)

MALANGTIMES - Lagi-lagi, tumpukan sampah di selokan dan saluran air kembali ditemukan saat hujan deras mengguyur Kota Malang. Seperti yang terjadi pada Jumat (11/1/2019), tumpukan sampah terlihat sangat banyak dan menghambat aliran air di daerah Jl Candi 2 Klaseman, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Tampak beberapa petugas harus bekerja ekstra mengeruk sampah yang didominasi botol plastik, tepat di sekitar jembatan, saat hujan masih deras. Tumpukan sampah tersebut telah membuat aliran air tersumbat. Akibatnya. beberapa kali membuat daerah tersebut digenangi air dan banjir.

Plt Kepala Disperkim Kota Malang Diah Kusumadewi menyampaikan, saat hujan turun, satuan petugas yang dibentuk akan langsung turun ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memantau genangan agar tak terjadi banjir seperti sebelumnya.

"Tapi jika sendainya memang ada sampah yang menumpuk, maka akan langsung dibersihkan. Supaya aliran airnya tak terhambat," katanya kepada MalangTIMES, Jumat (11/1/2019).

Perempuan berhijab itu menyampaikan, tumpukan sampah tersebut sebenarnya bukan kali pertama ditemukan petugas di aliran air. Namun sejauh ini memang tidak dapat dideteksi dengan pasti dari mana asal sampah-sampah tersebut.

"Dari mana asalnya sampah memang tidak bisa ditelusuri secara pasti. Tapi edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan itu memang harus dilakukan sejak dini," imbuhnya.

Diah juga menegaskan jika edukasi melalui kader lingkungan hingga edukasi formal melalui sekolah sudah dilakukan. Sehingga diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membang sampah sembarangan pun semakin meningkat. 


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :


Top