Asal-usul Bentuk Pakaian Dalam Unik (1)

Ragam Pakaian Dalam Unik di Masa Lalu, Ada Ikat Pinggang Keperawanan

Oct 31, 2021 08:29
Bentuk pakaian dalam unik zaman dulu (foto: IST)
Bentuk pakaian dalam unik zaman dulu (foto: IST)

JATIMTIMES - Pakaian dalam sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Sebutan pakaian dalam karena biasanya dipakai di bagian dalam bersentuhan langsung dengan kulit, dan tidak terlihat dari luar. Tidak seperti zaman dahulu, pakaian dalam yang juga berfungsi sebagai pakaian luar. 

Namun ada perjalanan panjang yang membuat pakaian dalam dapat berfungsi sebagaimana mestinya seperti sekarang ini, untuk menutup kemaluan di bagian dalam. 

Saat mengulik perjalanan pakaian dalam dari masa ke masa juga akan ditemukan beragam bentuk pakaian dalam unik di masa lalu. 

Bisa dibilang, mode pakaian dalam zaman dahulu yang terkenal dan digandrungi, tapi malah menjadi sesuatu yang dipandang aneh pada masa sekarang.

Melansir Listverse, terdapat 10 pakaian dalam unik seperti bikini, pantales, stoking sutra, baju dalam yang mirip daster, dan pakaian dalam Teddy. 

Selain itu ada pula bra, korset, ikat pinggang menstruasi, pakaian dalam radioaktif, hingga ikat pinggang keperawanan. 

Sementara, pakaian dalam di zaman sekarang seperti high waisted boy briefs, bra, celana dalam, tap shorts, classic thong, kaos oblong, boxer, jockstrap, baju tanpa lengan dan masih banyak lainnya. 

 

Sejarah pakaian dalam

Pakaian dalam ternyata sudah ada sejak 7000 tahun lalu loh. Seperti apa sih sejarahnya? 

Pakaian dalam ternyata sudah hadir di zaman prasejarah saat manusia gua mengenakan pakaian dalam berupa kulit untuk menutupi kemaluannya. Namun, pakaian dalam ini merupakan satu-satunya pakaian yang menutupi tubuh mereka sebagai ‘pakaian’ pada zaman ini. 

Lalu berlanjut ke era Firaun di Mesir, dimana pakaian dalam atau cawat hanya dipakai oleh kaum perempuan sebagai pelapis sebelum berpakaian. Pakaian dalam ini berbentuk kain panjang yang dililit sedemikian rupa untuk menutupi area selangkangan dan bokong. 

Hal itu dilakukan untuk menjaga kemaluan supaya tidak lecet dan menjaganya tetap bersih. Namun pada era Yunani Kuno, para perempuan cuma mengenakan kain dari wol atau linen yang diikat ke punggung untuk melindungi payudara mereka. 

Nah, bra ini kemudian berkembang sampai era di mana perempuan menggunakan penutup dada dari selembar kain yang disebut dengan strophium pada zaman Romawi Kuno. Ribuan tahun kemudian, hanya perempuan dari kaum elit yang bisa memakai pakaian dalam. 

Contohnya, ratu, raja, hingga bangsawan. Hal itu terjadi karena bahan katun atau wol sangat mahal pada zaman dahulu.

Uniknya, pada abad pertengahan, para perempuan menggunakan pakaian dalam berupa pakaian panjang yang disebut shift. Bahkan pada abad ke-16, para perempuan hanya menggunakan korset yang melindungi bagian perut dan dada, serta baju panjang, lalu drawers yang merupakan celana selutut yang longgar. 

Hingga tiba saat Perang Dunia I, Amerika menciptakan celana dalam berbahan katun yang simple dan berpinggang karet. Kala itu, para tentara sudah menggunakan celana dalam berbentuk segitiga atau semacam boxer. 

Sedangkan pada tahun yang sama, bra modern juga sudah diproduksi oleh Mary Phelps acob. Kemudian pada tahun 1889, bentuk bra dikembangkan dari korset yang sudah digunakan oleh perempuan sejak abad pertengahan. 

Perempuan asal Prancis, Herminie Cadolle yang membagi korset menjadi 2 bagian. Ia lantas menambahkan tali pada bagian atas untuk menopang bahu sedangkan bagian bawah masih berfungsi sebagai korset untuk pinggang.

Masuk ke era 90-an sampai saat ini merupakan era keemasan celana dalam. Celana dalam menjadi fashion item yang memiliki nilai komersil dan mulai bermunculan merek ternama yang menghasilkan produk celana dalam. 

Eksplorasi bentuk celana dalam pun mulai terjadi. Begitu juga dengan bra yang awalnya hanya diproduksi dengan 1 ukuran saja, kini sudah diproduksi dengan berbagai macam ukuran.

Topik
sejarah pakaian dalamasal usul pakaian dalambentuk pakaian dalam uniksinetron tapi nyata

Berita Lainnya

Berita

Terbaru