Asal-usul Bentuk Pakaian Dalam Unik (3)

Stoking Sutra dan Baju Dalam Mirip Daster yang Populer di Era Ratu Elizabeth I

Oct 31, 2021 10:48
Stoking sutera (Foto: Listverse)
Stoking sutera (Foto: Listverse)

JATIMTIMES -Sutra adalah serat protein alami yang bisa ditenun menjadi tekstil. Kain sutra sendiri memiliki tekstur yang mulus, lembut, namun tidak licin. 

Banyak sekali berbagai jenis pakaian yang dibuat dari bahan kain sutra ini. Bahkan di zaman dulu, kain sutra juga dibuat sebagai pakaian dalam loh, salah satunya yakni stoking sutra.

Untuk diketahui, pakaian dalam di zaman dulu bisa dibilang sangat 'unik'. Berbagai jenis pakaian dalam yang mungkin tak habis pikir jika digunakan di zaman modern seperti sekarang. Pakaian dalam tersebut yakni sebagai berikut:

- Stoking sutra

Stoking sutera

Stoking sutra menjadi salah 1 pakaian dalam atau mode penting yang hampir setiap wanita gunakan di Abad ke-16. Para wanita menggunakan stoking sutra itu di dalam gaun mereka. 

Selain berbahan sutra, stoking di zaman dulu juga terbuat dari wol dan linen. Namun, kebiasaan mode itu seiring berubah pada tahun baru 1560. 

Kala itu, Ratu Elizabeth I mendapatkan sebuah hadiah sepasang stoking sutra. Saking sukanya dengan stoking sutra itu, Ratu Elizabeth I pun sampai memesan kembali hingga 7 pasang stoking. 

Hingga akhirnya, fashion yang 'diciptakan' oleh Ratu Elizabeth itu membuat semua wanita di Inggris ingin memiliki jenis pakaian dalam tersebut. Tak lama, tren tersebut menyebar hingga ke seluruh Eropa.

Namun pada masa itu, sulit sekali untuk menemukan stoking. Akhirnya, entah siapa yang memulainya, para perempuan mulai melukis motif bunga-bunga atau garis pada kaki mereka. 

Hal itu kemudian membuat mereka terlihat seperti menggunakan pakaian dalam di balik rok atau gaun mereka.

- Baju dalam yang mirip daster

Baju dalam yang mirip daster

Di zaman dahulu ada juga baju dalam yang mirip dengan daster. Baju dalam itu disebut dengan chemise. 
Chemise disebut-sebut baju yang yang mirip dengan daster di masa kini. Baju dalam tersebut digunakan sebagai lapisan gaun. 

Chemise sendiri adalah satu-satunya baju yang kala itu dicuci setiap hari. Namun pada 1780-an seorang Ratu Prancis, Marie Antoinette, menggunakan baju dalam tersebut sebagai pakaian 'biasa'. 

Hal itu jelas-jelas melanggar aturan berpakaian di zamannya. Sayangnya mode pakaian itu tidak bertahan lama akibat adanya revolusi pemerintahan Prancis.

Selang beberapa tahun, chemise kembali populer dan dijadikan sebagai pakaian dalam. Bahkan pada masa kerajaan, pakaian itu dibuat menyerupai warna kulit.

Sehingga setiap perempuan yang mengenakannya, akan terlihat seakan mereka tidak menggunakan baju.

Topik
Model Pakaian Dalamsejarah pakaian dalamasal usul pakaian dalambentuk pakaian dalam uniknational pumpkin day

Berita Lainnya

Berita

Terbaru