Raih Opini WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkot Malang Dapat Penghargaan dari Kemenkeu RI

Sep 22, 2022 20:08
Wali Kota Malang Sutiaji saat menerima penghargaan secara langsung dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (22/9/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji saat menerima penghargaan secara langsung dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (22/9/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Di tahun 2022 ini, Pemkot Malang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI karena telah meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 11 kali berturut-turut. 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kepada Wali Kota Malang Sutiaji di Gedung Dhanapala, Kantor Kemenkeu RI, Jakarta dalam acara bertajuk Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 pada Kamis (22/9/2022).

Wali Kota Malang Sutiaji secara khusus menyampaikan, rasa terima kasih kepada para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Malang atas kerja sama dan kinerja yang baik, sehingga mampu membawa Kota Malang kembali mendapatkan capaian opini WTP. 

"Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ASN di Kota Malang bahwa ini bukan sesuatu yang mudah, mempertahankan akan selalu lebih sulit daripada meraih. Tetapi syukur Alhamdulillah pencapaian 11 kali berturut-turut ini menunjukkan kredibilitas dan akuntabilitas kinerja dari para ASN di Pemerintah Kota Malang," ujar Sutiaji dalam keterangan resminya, Kamis (22/9/2022). 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini juga menyoroti bagaimana tantangan dan peluang Pemkot Malang di masa mendatang untuk terus menjaga konsistensi dalam hal kepatuhan kinerja dan pelaporan keuangan. 

"Kepatuhan itu tidak bisa sifatnya instruksional, tapi justru dari bawah. Saya kira kepatuhan akan BPK itu bukan hanya input dan output saja, tetapi sekarang sudah melalui capaian, ada outcome atau tidak, semuanya harus terukur, frame inilah yang harus terus dijaga konsistensinya," jelas Sutiaji. 

Foto bersama.

Sejalan dengan itu, Sutiaji sangat berharap konsistensi perangkat daerah dalam perencanaan, pelaksanaan sampai di tahap pengawasan dapat memberikan benefit dan menjadikan budaya yang positif.

"Ke depannya, perangkat daerah harus mampu menerapkan konsistensi ini, karena keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang terukur yang akhirnya memberikan benefit dan behaviour," tutur Sutiaji. 

Menurutnya, hal itu secara terus menerus harus selalu dikuatkan oleh semua pihak di lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan saat ini juga ada pemeriksaan kinerja dan lain-lain, di mana hal itu juga memberikan hasil yang baik. 

Terakhir, Sutiaji juga mengingatkan bahwa perlu penyikapan yang tepat dalam memaknai pencapaian predikat opini WTP ini sehingga mampu memberikan stimulus bagi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang.

Secara tegas Sutiaji juga menuturkan, bahwa jangan semua pihak memaknai penghargaan  predikat opini WTP hingga 11 kali berturut-turut ini hanya bagian kegiatan formalitas saja. 

"Bukan saja cuma di tulisan, tapi lebih dari itu bahwa makna WTP perlu di implementasikan dalam rule model kegiatan sehari-hari, itu yang lebih penting, sehingga menjadi pemicu dan pemacu kita semua untuk lebih maju karena kedepannya tingkat kesulitan penilaian dan variabel nya akan semakin banyak," pungkas Sutiaji. 

Topik
Kota MalangOpini WTPJATIMTIMES

Berita Lainnya

Berita

Terbaru