Untuk Pilkada Kabupaten Malang, Bawaslu Ajukan Anggaran Rp 43 Miliar

Sep 24, 2022 20:44
Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Wahyudi. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Wahyudi. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang mengusulkan anggaran sebesar Rp 43 Miliar dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Wahyudi belum lama ini.

Besar anggaran yang diajukan tersebut juga telah disesuaikan dengan Surat dari Menteri Keuangan nomor S-647/MK.02/2022, perihal Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan Pemilihan. Yang di dalamnya juga mengatur honorarium petugas penyelenggara pemilu hingga di tingkat daerah.

"Jadi (jumlah yang diajukan) itu sudah disesuaikan dengan besaran honornya. Dan sudah berdasarkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan)," ujar Wahyudi.

Namun begitu, Wahyudi menyebut anggaran yang diusulkan tersebut masih perlu dilakukan verifikasi oleh Bupati Malang HM. Sanusi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Meskipun di sisi lain, ia menyebut pihaknya juga diminta untuk segera melaporkan hasil pengajuan itu ke Bawaslu RI.

"Kita juga diminta untuk melakukan percepatan oleh Bawaslu RI, harapannya agar segera diakomodir. Tapi kita sudah laporan (ke Bawaslu RI) bahwa sudah mengajukan. Apakah sudah dibahas, masih belum. Makanya, kita ajukan ke Bupati, Bakesbangpol, setidaknya sudah ada komunikasi," terang Wahyudi.

Sementara itu, di sisi lain pihaknya belum dapat memastikan besar anggaran yang akan didapat untuk penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang juga akan digelar pada tahun 2024. Untuk Pileg dan Pilpres, anggaran yang digelontorkan sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau yang dari APBN masih belum. Kalau itu kan nanti tergantung Bawaslu RI. Tapi totalnya berapa yang akan digelontorkan (ke Kabupaten Malang) kami masih belum tahu," pungkas Wahyudi.

Sementara itu, untuk gelaran Pemilu pada 2024 mendatang, dirinya menilai perlu ada persiapan ekstra. Sebab, tiga kontestasi yakni Pileg, Pilpres dan Pilkada digelar nyaris serentak pada tahun 2024.

"Iya itu (persiapan ekstra). Karena nanti waktunya ada yang beririsan. Nanti saat tahapan Pilpres, biasanya kan ada gugatan atau proses lain, itu kemungkinan bulan Juni. Di situ (bulan Juni) kemungkinan juga sudah beririsan dengan tahapan Pilkada," pungkas Wahyudi.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangBawaslu Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru