Di Balik Piala Dunia, Jerman dan Kertas Contekan Rp 17 Miliar

Dec 04, 2022 15:52
Kertas contekan yang dibawa Jens Lehmann saat adu penalti melawan Argentina pada Piala Dunia 2006 (foto: istimewa)
Kertas contekan yang dibawa Jens Lehmann saat adu penalti melawan Argentina pada Piala Dunia 2006 (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Bicara soal Piala Dunia tentunya tidak akan ada habisnya. Karena banyak sekali kontroversi yang menimbulkan perdebatan.

Salah satunya kertas contekan kiper Jerman pada Piala Dunia 2006 Jens Lehmann yang melegenda. Bahkan informasinya, kertas contekan tersebut laku seharga Rp 17 miliar.

Kertas contekan itu pertama kali muncul di Piala Dunia 2006, tepatnya saat laga antara Jerman dan Argentina. Kala itu Michael Ballack dkk menang lewat drama adu penalti di babak perempat final, setelah dalam waktu 90 menit plus dua kali 15 menit kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.

Kemenangan itu tak lepas dari peran sang penjaga gawang, Jens Lehmann yang berhasil menggagalkan dua algojo penalti Argentina, yakni Roberto Ayala dan Esteban Cambiasso. Karena aksinya, Jerman menang dengan skor 4-2 dan berhak maju ke babak semifinal.

Namun, ternyata salah satu penyebab Der Panzer menang adalah karena Lehmann membawa kertas contekan. Hal itu diketahui, saat Lehmann beberapa kali kedapatan membuka secarik kertas sebelum para eksekutor menendang bola.

Usut punya usut, ternyata kertas itu berisi catatan penting yang Lehmann dapat dari sang pelatih kiper timnas Jerman, Andreas Kopke. Saat itu, Kopke sengaja membuat ringkasan kecil tentang kebiasaan para algojo Argentina saat mengeksekusi penalti dan memberikannya pada Lehmann tepat sebelum drama adu penalti.

Lehmann membacanya dan kemudian menyimpannya di balik kaos kaki yang ia kenakan dan membacanya kembali saat para penendang Argentina maju untuk mengeksekusi penalti.

Jens Lehmann saat menepis tendangan penalti Ayala pada Piala Dunia 2006 (foto: istimewa)

Andreas Kopke tampaknya memberikan catatan yang sangat detail. Karena beberapa tangkapan kamera memperlihatkan hampir tidak ada tempat kosong di kertas tersebut. Di semua sisi ada coretan Kopke untuk Lehmann.

Bagi Lehmann, meski catatan itu cukup sulit dibaca karena ditulis dengan pensil dan basah oleh keringat, tapi berkat kertas contekan itu ia bisa memberikan hasil yang luar biasa. Contekan yang ia bawa membuatnya sukses menggagalkan dua penendang Argentina dan membawa timnya melaju ke semifinal.

Data contekan soal kebiasaan penalti para pemain Argentina itu Kopke dapatkan dari federasi sepakbola Jerman, DFB. DFB sendiri mendapatkan informasi tersebut dari seorang pelatih berkebangsaan Belanda, Huub Stevens, yang punya catatan tentang 13 ribu tendangan penalti.

Catatan yang ditulis dan diserahkan oleh Kopke itu berisi tujuh nama. Di antaranya: Riquelme kiri-atas, Crespo lari jauh/lurus dan lari pendek/lurus, Heinze kiri datar, Ayala menunggu lama lari jauh ke kanan, Messi kiri, Aimar kiri jauh dan Rodriguez kiri.

Dan dari tujuh nama tersebut, dua yang maju sebagai penendang adalah Roberto Ayala dan Maxi Rodriguez. Untuk tembakan Ayala, Lehmann berhasil menebak dan menggagalkannya. Tapi untuk tendangan Rodriguez, meski dapat membaca arah bola, Lehmann tak mampu menggagalkannya.

Lalu saat Cambiasso maju, Lehmann kembali membaca contekannya. Sayangnya, ia tak menemukan nama Cambiasso. Akhirnya, Lehmann hanya menebak arah tendangan Cambiasso berdasarkan pada pengalamannya saat menonton laga yang melibatkan Cambiasso, di laga Inter melawan Villarreal di Champions League. Dan gerakan Lehmann pun tepat, ia menepis sepakan penalti Cambiasso.

Usai Piala Dunia yang dijuarai Italia itu berakhir, Lehmann yang awalnya ingin membuang kertas contekan itu ke tempat sampah, berubah pikiran. Ia tetap menyimpannya hingga pada 16 desember 2006, kertas contekan itu Lehmann dijual dalam sebuah acara lelang amal.

Meski sudah kusut dan tulisan Kopke sedikit memudar karena terkena keringat, kertas keramat ini laku dengan harga satu juta euro atau sekitar Rp 17 miliar. Contekan bersejarah itu dibeli oleh perusahaan kenamaan Jerman, Energie Baden-Wurttemberg. Sang pembeli sendiri menyumbangkan kertas catatan Lehmann kepada museum sejarah Jerman di Bonn.

Topik
satpas polres malangvaksin booster 2

Berita Lainnya

Berita

Terbaru