KJRI Jeddah: Tarif Masyair Naik, Jadi Alasan Usulan Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta

Jan 21, 2023 14:32
Ilustrasi haji (foto nytimes)
Ilustrasi haji (foto nytimes)

JATIMTIMES - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M naik menjadi Rp 69,1 juta dari sebelumnya Rp 39,8 juta. 

Menanggapi hal itu, Konsul Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Eko Hartono menyebut pemerintah Saudi memang tengah menaikkan biaya masyair. Diketahui masyair adalah layanan transportasi dan akomodasi jemaah dari Makkah ke Arafah. 

"Intinya memang betul bahwa biaya masyair naik tinggi. Akhirnya bahwa biaya haji naik jadi hampir (Rp) 100 juta karena masyair naik," kata Eko, melansir CNNIndonesia.com pada Sabtu (21/1). 

Senada dengan alasan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut kenaikan biaya haji terjadi karena tarif masyair di Saudi naik. Dari sebelumnya sekitar 1.000 riyal (sekitar Rp 4 juta) menjadi 5.600 riyal (sekitar Rp 22 juta). 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merinci beberapa komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah haji. Berikut ini daftarnya. 

1) Biaya Penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi (PP) sebesar Rp33.979.784,00; 

2) Akomodasi Makkah Rp18.768.000,00; 

3) Akomodasi Madinah Rp5.601.840,00; 

4) Living Cost Rp4.080.000,00; 

5) Visa Rp1.224.000,00; 

6) Paket Layanan Masyair Rp5.540.109,60

Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak di dunia. 

Berdasarkan kesepakatan pada 9 Januari 2023 antara Kemenag dengan pemerintah Arab Saudi dihasilkan kuota haji dari RI kembali normal yakni sebanyak 221 ribu orang. Rinciannya 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.

Topik
Biaya Haji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru