Menkeu Sri Mulyani Blak-blakan soal Pinjaman untuk Pembangunan Kampus

Jan 23, 2023 18:22
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam kegiatan ground breaking pembangunan kampus III UIN Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam kegiatan ground breaking pembangunan kampus III UIN Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sempat membeberkan bahwa beberapa perguruan tinggi dibangun dari dana pinjaman.  Dana pinjaman itu berasal dari Islamic Development Bank maupun Saudi Fund Development.

"Seperti pembangunan Kampus UIN Malang yang menggunakan dana dari Saudi Fund for Development. Ini juga yang harus dibayar. Tapi kita akan bayar," jelasnya saat hadir dalam ground breaking Kampus III UIN Malang.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, total pinjaman Indonesia dari Islamic Development Bank untuk membangun kampus-kampus di Indonesia sebesar Rp 7,3 triliun. Dan pinjaman tersebut sampai saat ini masih aktif, namun tersisa Rp 2,75 triliun.  "Itu artinya yang tidak aktif sudah kita bayar," jelasnya.

Sampai saat ini, pembangunan- pembangunan perguruan tinggi telah banyak dilakukan. Beberapa kampus yang memperoleh dana dari Islamic Development Bank yaitu UIN Alauddin Makassar, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Raden Patah Palembang, UIN Walisongo Semarang, UIN mataram, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Intan lampung, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol Padang, dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

"Itu kita bangun semuanya dengan uang negara. Dipinjami dulu tapi kita bayar pakai uang negara," terang Sri Mulyani.

Selain itu, pembiayaan dilakukan di berbagai perguruan tinggi melalui Saudi Fund for Development dengan nilai Rp 2,7 triliun. Untuk dana pinjaman Saudi Fund Development, pemerintah mengalokasikannya dengan membangun tiga proyek, yakni Kampus III UIN Maliki Malang, kampus UIN Jakarta, dan rumah sakit Universitas Bengkulu.

"Jadi, tadi kalau dari Bank Islamic Dunia 7,3 T, yang aktif 2,75 T, untuk Saudi 2,7 T," kata Sri Mulyani.

Menkeu menambahkan, dana terbesar untuk pembangunan kampus berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Project Based Sukuk (PBS). Nilainya pun lebih besar dibandingkan dana Islamic Development Bank maupun Saudi Fund for Development, yakni Rp 9,7 triliun. Bahkan, dari tahun 2105 hingga 2023, terdapat 199 proyek di perguruan tingg keagamaan negeri yang dibangun.

 

Topik
Menkeu Sri Mulyanidewan kesenian jember

Berita Lainnya

Berita

Terbaru